Xi Jinping Tertawa Lepas saat Trump Guyon soal Joe Biden di Gedung Putih

malangtoday.id – Momen tak biasa muncul dalam pertemuan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dengan Presiden China Xi Jinping di Gedung Putih. Xi yang biasanya menunjukkan ekspresi tenang tiba-tiba tertawa ketika Trump melontarkan guyonan tentang mantan Presiden AS Joe Biden.
Peristiwa itu terjadi pada 24 September 2026. Trump mengajak Xi berkeliling kompleks Gedung Putih setelah kedua pemimpin menjalani rangkaian agenda diplomatik di Washington.
Dalam perjalanan tersebut, Trump membawa Xi menuju area yang ia sebut “Presidential Walk of Fame”. Area itu menampilkan foto dan pajangan yang berkaitan dengan para presiden Amerika Serikat.
Trump kemudian berhenti di depan sebuah pajangan autopen. Ia menunjuk benda tersebut sambil berkata singkat, “This is the autopen … it’s Biden.” Komentar itu langsung memancing tawa Xi dan sejumlah orang yang ikut dalam rombongan.
Guyonan Trump Memecah Suasana Formal
Pertemuan antara pemimpin Amerika Serikat dan China biasanya menghadirkan suasana yang sangat formal. Washington dan Beijing juga masih menghadapi sejumlah persoalan penting.
Namun, Trump menggunakan kesempatan saat tur Gedung Putih untuk mencairkan suasana.
Xi memperlihatkan respons yang cukup berbeda dari gestur formal yang biasanya ia tampilkan dalam acara diplomatik. Ia tertawa setelah mendengar komentar Trump mengenai autopen dan Biden. Video yang beredar dari Gedung Putih kemudian menarik perhatian media internasional.
Trump juga melanjutkan candaan ketika ia melihat foto dirinya bersama Xi. Ia menunjuk foto tersebut dan bertanya siapa sosok yang ada di dalamnya. Setelah itu, Trump mengatakan bahwa ia tidak mengenali orang tersebut.
Candaan itu menambah suasana santai selama tur singkat tersebut. Namun, Trump tetap menyampaikan penghormatan kepada Xi dalam rangkaian percakapan yang sama.
Trump Kembali Menyinggung Joe Biden
Trump sudah lama mengkritik penggunaan autopen selama pemerintahan Joe Biden. Autopen merupakan perangkat yang dapat menghasilkan tanda tangan secara otomatis.
Dalam tur bersama Xi, Trump kembali membawa isu tersebut melalui guyonan singkat. Ia menggunakan pajangan autopen sebagai bagian dari komentarnya mengenai pendahulunya.
Trump tidak memberikan penjelasan panjang dalam klip tersebut. Ia hanya menunjuk pajangan kemudian menghubungkannya dengan Biden.
Xi tidak memberikan komentar politik mengenai Biden setelah mendengar guyonan tersebut. Video hanya memperlihatkan reaksinya berupa tawa. Karena itu, respons tersebut tidak menunjukkan sikap resmi China mengenai politik domestik Amerika Serikat.
Pertemuan Trump dan Xi Membawa Agenda Lebih Besar
Di balik momen ringan tersebut, Trump dan Xi membahas hubungan Amerika Serikat dan China yang jauh lebih kompleks.
Kedua negara terus menghadapi perbedaan mengenai perdagangan, teknologi, keamanan, Taiwan, hingga kebijakan luar negeri. Washington dan Beijing juga berusaha menjaga komunikasi agar persaingan kedua negara tidak berkembang menjadi konflik terbuka.
Pertemuan September 2026 menghasilkan beberapa langkah kerja sama. Amerika Serikat dan China melanjutkan pembicaraan perdagangan serta memperkuat jalur komunikasi mengenai keamanan dan kecerdasan buatan.
Kedua negara juga mencapai kesepakatan mengenai penurunan tarif untuk sejumlah produk non-sensitif. Namun, mereka masih mempertahankan banyak pembatasan dalam sektor strategis.
Sejumlah persoalan utama tetap memerlukan negosiasi lanjutan. Kedua pemerintah masih memiliki perbedaan kepentingan dalam isu perdagangan, teknologi, keamanan, dan Taiwan.
Reuters melaporkan bahwa pertemuan Trump dan Xi menghadirkan banyak simbol diplomatik, tetapi kedua negara masih menghadapi kebuntuan pada beberapa persoalan strategis.
Hubungan Trump dan Xi Kembali Menjadi Sorotan
Trump beberapa kali menekankan hubungan personalnya dengan Xi. Dalam kunjungan tersebut, Trump juga menyampaikan rasa hormatnya kepada pemimpin China itu.
Xi membawa pesan mengenai kerja sama dan hubungan yang lebih stabil. Kedua pemimpin mencoba menunjukkan komunikasi yang lebih terbuka di tengah persaingan Washington dan Beijing.
Kunjungan tersebut juga memiliki nilai simbolis karena Xi kembali datang ke Washington dalam kunjungan tingkat tinggi setelah lebih dari satu dekade. Pertemuan itu menarik perhatian besar di China dan Amerika Serikat.
Momen tawa Xi akhirnya menjadi salah satu bagian yang paling menarik perhatian publik.
Publik jarang melihat Xi menunjukkan ekspresi seperti itu dalam agenda resmi bersama pemimpin negara lain. Karena itu, potongan video tersebut cepat menarik perhatian setelah muncul di media dan platform digital.
Tawa Singkat di Tengah Rivalitas AS-China
Candaan Trump mengenai Joe Biden hanya berlangsung beberapa detik. Namun, momen tersebut menghadirkan sisi berbeda dari pertemuan dua pemimpin negara yang memiliki hubungan geopolitik kompleks.
Trump memilih gaya komunikasi santai ketika membawa Xi berkeliling Gedung Putih. Xi kemudian merespons salah satu candaan tersebut dengan tawa.
Namun, momen ringan itu tidak menghapus persoalan besar antara Amerika Serikat dan China.
Washington dan Beijing masih harus mengelola persaingan perdagangan, teknologi, keamanan, dan isu Taiwan. Kedua pemerintahan juga terus mencari ruang dialog untuk menjaga stabilitas hubungan.




