Netanyahu Minta Presiden UEA Bantah Isu Peringatan Serangan Hamas

malangtoday.id – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu kembali menghadapi sorotan terkait informasi sebelum serangan Hamas pada 7 Oktober 2023. Kali ini, laporan media menyoroti pertemuan Netanyahu dengan Presiden Uni Emirat Arab (UEA), Mohamed bin Zayed Al Nahyan.
Media Israel, Haaretz, melaporkan bahwa Netanyahu meminta Mohamed bin Zayed membantah kabar mengenai peringatan serangan Hamas sebelum peristiwa tersebut. Laporan itu mengutip sejumlah sumber yang mengetahui pembicaraan kedua pemimpin.
Netanyahu dan Mohamed bin Zayed bertemu di Abu Dhabi pada Minggu, 27 September 2026. Pertemuan tersebut berlangsung secara tertutup.
Namun, Netanyahu membantah menerima peringatan dari pemimpin UEA sebelum serangan Hamas. Kantor Perdana Menteri Israel juga membantah kabar bahwa Netanyahu meminta Mohamed bin Zayed menyangkal laporan tersebut.
Netanyahu Bertemu Presiden UEA di Abu Dhabi
Netanyahu melakukan perjalanan ke Abu Dhabi pada akhir pekan. Kunjungan itu menarik perhatian karena kedua pemerintah tidak mengumumkannya sebelum pertemuan berlangsung.
Sejumlah laporan media menyebut Netanyahu menghabiskan beberapa jam di UEA. Ia kemudian bertemu Mohamed bin Zayed dalam pembicaraan yang berlangsung sekitar satu jam menurut sumber yang mengetahui agenda tersebut.
Kantor Perdana Menteri Israel tidak langsung memberikan penjelasan lengkap mengenai isi pertemuan.
Sementara itu, kantor berita resmi UEA menyampaikan bahwa kedua pemimpin membahas hubungan bilateral dan upaya memperkuat kerja sama. Mereka juga membicarakan perkembangan kawasan.
Namun, laporan media Israel mengaitkan pertemuan tersebut dengan polemik peringatan serangan Hamas pada 2023.
Haaretz Ungkap Dugaan Permintaan Netanyahu
Haaretz melaporkan bahwa Netanyahu meminta Mohamed bin Zayed menyangkal kabar mengenai percakapan mereka sebelum serangan 7 Oktober.
Menurut laporan tersebut, Netanyahu juga meminta dukungan moral dari pemimpin UEA. Media itu mengutip sumber yang mengetahui pembicaraan kedua pemimpin.
Laporan tersebut muncul setelah sejumlah media mengungkap dugaan peringatan dari pihak UEA kepada Netanyahu.
Meski demikian, publik belum memperoleh penjelasan lengkap mengenai seluruh isi percakapan tersebut. Karena itu, laporan mengenai permintaan Netanyahu tetap perlu merujuk pada keterangan media dan sumber yang mereka gunakan.
Netanyahu Bantah Menerima Peringatan Hamas
Netanyahu sebelumnya membantah laporan yang menyebut Mohamed bin Zayed telah memperingatkannya tentang rencana serangan Hamas.
Kantor Perdana Menteri Israel juga menolak kabar bahwa Netanyahu meminta Presiden UEA membuat bantahan publik. Pihaknya menyebut laporan tersebut sebagai berita palsu.
Di sisi lain, Kementerian Luar Negeri UEA tidak memberikan komentar khusus mengenai isi pertemuan terbaru.
Namun, kementerian tersebut menyatakan bahwa UEA dan Israel memiliki jalur komunikasi langsung. UEA juga menyampaikan bahwa kedua negara berbagi informasi intelijen yang relevan.
Dengan demikian, sejumlah detail penting masih memerlukan klarifikasi dari kedua pemerintah.
Laporan Peringatan Muncul Sebelum Serangan 7 Oktober
Kontroversi ini berawal dari laporan mengenai komunikasi antara Mohamed bin Zayed dan Netanyahu sebelum serangan Hamas.
Haaretz sebelumnya mengungkap dugaan bahwa pemimpin UEA menerima informasi mengenai rencana operasi besar Hamas. Laporan itu menyebut Mohamed bin Zayed kemudian menyampaikan kekhawatirannya kepada Netanyahu.
The New York Times juga melaporkan bahwa Netanyahu menerima peringatan rahasia dari pemimpin UEA sebelum serangan 7 Oktober 2023.
Menurut laporan tersebut, Netanyahu tidak meneruskan informasi itu kepada sejumlah pimpinan keamanan Israel.
Namun, Netanyahu membantah menerima peringatan seperti yang media laporkan. Kantornya juga menolak tuduhan bahwa ia mengabaikan informasi mengenai ancaman Hamas.
Serangan Hamas 7 Oktober Picu Evaluasi Keamanan Israel
Hamas melancarkan serangan ke wilayah Israel pada 7 Oktober 2023. Serangan tersebut menewaskan sekitar 1.200 orang dan membawa sejumlah orang ke Gaza sebagai sandera.
Peristiwa itu kemudian memicu perang Israel di Jalur Gaza.
Selain dampak kemanusiaan, serangan tersebut juga memunculkan pertanyaan mengenai kesiapan intelijen dan keamanan Israel.
Sejumlah pihak di Israel meminta penyelidikan untuk mengungkap faktor yang memungkinkan serangan tersebut terjadi. Mereka juga menyoroti proses pengambilan keputusan sebelum serangan.
Laporan mengenai dugaan peringatan dari UEA kini menambah perhatian terhadap persoalan tersebut.
Mesir Juga Muncul dalam Laporan Peringatan
Selain UEA, sejumlah laporan media turut menyebut komunikasi dari Mesir sebelum serangan Hamas.
The Wall Street Journal melaporkan bahwa Abbas Kamel, yang saat itu menjabat kepala intelijen Mesir, menghubungi Netanyahu pada awal Oktober 2023.
Laporan tersebut menyebut Kamel memperingatkan kemungkinan serangan dari Gaza. Namun, kantor Netanyahu membantah bahwa keduanya melakukan percakapan seperti yang media laporkan.
The Atlantic juga mengangkat dugaan kunjungan pejabat intelijen Mesir ke Israel sebelum serangan.
Berbagai laporan itu kembali memunculkan pertanyaan mengenai informasi yang tersedia bagi pemerintah Israel sebelum 7 Oktober.
Hubungan Israel dan UEA Tetap Berlanjut
Israel dan UEA menjalin hubungan diplomatik melalui Abraham Accords pada 2020. Kesepakatan tersebut membuka jalur kerja sama resmi antara kedua negara.
Sejak itu, kedua pemerintah mengembangkan hubungan dalam sejumlah bidang, termasuk perdagangan, teknologi, dan keamanan.
Pertemuan Netanyahu dan Mohamed bin Zayed berlangsung di tengah hubungan bilateral tersebut. Namun, polemik mengenai dugaan peringatan Hamas menambah isu sensitif dalam komunikasi kedua pemimpin.
Pemerintah UEA menyatakan kedua negara tetap menjaga komunikasi langsung. Sementara itu, Netanyahu terus membantah laporan yang menyebutnya menerima peringatan sebelum serangan.
Polemik Peringatan Hamas Masih Menunggu Kejelasan
Hingga 29 September 2026, laporan mengenai permintaan Netanyahu kepada Presiden UEA masih memuat perbedaan keterangan.
Haaretz dan sejumlah media lain melaporkan bahwa Netanyahu meminta Mohamed bin Zayed membantah isu peringatan. Sebaliknya, kantor Netanyahu menolak laporan tersebut.
Pemerintah UEA juga belum memberikan penjelasan terperinci mengenai isi pembicaraan kedua pemimpin.
Karena itu, publik masih menunggu keterangan lebih lengkap dari pihak terkait. Perkembangan ini juga kembali menyoroti pertanyaan mengenai informasi intelijen sebelum serangan Hamas pada 7 Oktober 2023.




