
malangtoday.id – Kasus dugaan lowongan kerja palsu kembali ramai di media sosial. Kali ini, pencari kerja menyoroti sebuah kantor di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara.
Pihak yang menawarkan pekerjaan diduga meminta pelamar membuka rekening Prakerja. Mereka juga meminta pelamar mengisi saldo awal hingga Rp2 juta.
Informasi tersebut kemudian menyebar melalui video di media sosial. Polisi langsung mengecek lokasi setelah menerima informasi tersebut.
Polisi Cek Lokasi Loker di Kelapa Gading
Unit Reserse Kriminal Polsek Kelapa Gading mendatangi sebuah ruko di Jalan Gading Indah Raya. Lokasi itu berada di Kelurahan Kelapa Gading Timur, Kecamatan Kelapa Gading, Jakarta Utara.
Petugas mengecek tempat tersebut untuk mencari informasi awal. Polisi juga mencoba menghubungi orang yang mengunggah video dugaan penipuan.
Kanit Reskrim Polsek Kelapa Gading Iptu Rizki Ardiza Prawira mengatakan, pihaknya masih mendalami kasus tersebut. Polisi juga meminta korban segera membuat laporan.
Selain itu, petugas mengumpulkan keterangan dari pihak pemberi kerja dan pelamar. Langkah ini membantu penyidik memahami alur rekrutmen yang terjadi.
Pelamar Diminta Mengisi Saldo Rp2 Juta
Dalam video yang beredar, pelamar mengaku mendapat kabar penerimaan kerja. Namun, pihak perekrut mengajukan syarat tambahan sebelum pelamar mulai bekerja.
Pelamar harus membuka rekening Prakerja. Mereka juga harus mengisi saldo awal sebesar Rp2 juta.
Pihak perekrut bahkan meminta pelamar mencari bantuan dari keluarga atau teman. Pelamar dapat memakai uang tersebut untuk memenuhi saldo awal.
Syarat itu langsung memicu kecurigaan. Program Kartu Prakerja tidak meminta calon peserta membayar biaya agar bisa mendaftar.
Karena itu, masyarakat perlu berhati-hati ketika menemukan lowongan dengan pola serupa. Perusahaan yang meminta uang jaminan, biaya pendaftaran, atau saldo awal perlu mendapat pemeriksaan lebih lanjut.
Rekening Prakerja Tidak Memerlukan Setoran Awal
Program Kartu Prakerja memiliki mekanisme pendaftaran melalui situs resmi. Calon peserta perlu membuat akun dan mengikuti proses verifikasi.
Peserta juga harus menggunakan data pribadi yang sesuai dengan identitas resmi. Setelah itu, peserta mengikuti proses seleksi sesuai ketentuan program.
Program Prakerja menyalurkan insentif melalui rekening bank atau layanan uang elektronik yang peserta hubungkan ke akun. Peserta tidak perlu menyetor uang agar bisa mengikuti program.
Karena itu, permintaan saldo awal Rp2 juta tidak sesuai dengan pola pendaftaran resmi. Masyarakat sebaiknya tidak mengikuti instruksi dari pihak yang mengaku sebagai perekrut atau petugas Prakerja.
Ciri-Ciri Loker Palsu yang Perlu Diwaspadai
Kasus di Kelapa Gading memperlihatkan beberapa tanda yang patut mendapat perhatian. Pelamar perlu memeriksa informasi sebelum mengirim uang atau data pribadi.
Berikut beberapa ciri lowongan kerja yang mencurigakan:
- Perekrut meminta uang sebelum pelamar mulai bekerja.
- Perusahaan menjanjikan pekerjaan tanpa proses seleksi yang jelas.
- Perekrut meminta pelamar membuka rekening tertentu.
- Pihak perusahaan meminta saldo awal atau biaya jaminan.
- Perekrut memakai nomor pribadi tanpa identitas perusahaan.
- Alamat kantor tidak sesuai dengan informasi lowongan.
- Perekrut mendesak pelamar segera mengirim uang.
- Perusahaan tidak memiliki situs resmi atau alamat yang jelas.
Selain itu, pelamar perlu mengecek nama perusahaan melalui kanal resmi. Pelamar juga dapat mencari informasi melalui situs pencarian kerja yang memiliki sistem verifikasi.
Polisi Minta Korban Segera Membuat Laporan
Polsek Kelapa Gading mengarahkan korban untuk membuat laporan polisi. Langkah tersebut penting agar penyidik memiliki dasar untuk mengembangkan pemeriksaan.
Korban juga perlu menyimpan bukti komunikasi dengan perekrut. Bukti itu dapat berupa percakapan WhatsApp, rekaman panggilan, bukti transfer, dan tangkapan layar iklan lowongan.
Jika korban sudah mengirim uang, mereka perlu menyimpan bukti transaksi. Korban juga sebaiknya segera menghubungi bank atau penyedia layanan pembayaran.
Semakin cepat korban melapor, semakin besar peluang petugas menelusuri aliran dana. Namun, korban tetap perlu memberikan keterangan secara lengkap dan jujur.
Jangan Berikan Data Pribadi kepada Perekrut
Pelamar tidak hanya menghadapi risiko kehilangan uang. Perekrut palsu juga dapat memanfaatkan data pribadi untuk penipuan lain.
Data seperti nomor induk kependudukan, foto kartu identitas, nomor rekening, dan kode OTP memiliki nilai penting. Karena itu, pelamar tidak boleh mengirimkan data tersebut kepada pihak yang belum terverifikasi.
Perekrut resmi biasanya menjelaskan posisi, nama perusahaan, alamat kantor, tugas, dan tahapan seleksi. Mereka juga tidak meminta kode OTP atau PIN rekening.
Jika perekrut meminta data sensitif melalui pesan pribadi, pelamar perlu menghentikan komunikasi. Selanjutnya, pelamar dapat melaporkan akun tersebut kepada platform terkait.
Modus Loker Palsu Terus Berkembang
Penipuan lowongan kerja tidak hanya muncul melalui iklan pekerjaan. Pelaku juga memanfaatkan media sosial, grup percakapan, dan aplikasi pesan.
Mereka biasanya menawarkan gaji tinggi dengan proses cepat. Setelah pelamar tertarik, pelaku mulai meminta biaya tertentu.
Sebagian pelaku menyebut uang tersebut sebagai biaya administrasi. Pelaku lain memakai istilah uang komitmen, biaya pelatihan, atau saldo jaminan.
Modus seperti ini dapat menyasar pencari kerja yang sedang membutuhkan penghasilan. Karena itu, masyarakat perlu memeriksa setiap tawaran secara kritis.
Pemerintah juga mengingatkan pencari kerja agar tidak membayar biaya untuk memperoleh pekerjaan. Pelamar harus memastikan perusahaan memiliki identitas dan kanal rekrutmen yang jelas.
Cara Memeriksa Lowongan Kerja
Pelamar dapat melakukan beberapa langkah sederhana sebelum mengikuti proses rekrutmen.
Pertama, cari nama perusahaan melalui situs resmi. Kedua, periksa alamat kantor menggunakan peta digital. Ketiga, hubungi perusahaan melalui nomor yang tercantum pada situs resmi.
Selanjutnya, bandingkan informasi lowongan dengan akun media sosial perusahaan. Jika informasi berbeda, pelamar perlu meminta penjelasan.
Pelamar juga dapat menggunakan layanan pelaporan lowongan palsu milik Kementerian Ketenagakerjaan. Layanan tersebut membantu masyarakat menyampaikan informasi tentang dugaan loker bermasalah.
Penyidik Masih Dalami Kasus
Polisi belum menyampaikan kesimpulan akhir mengenai dugaan penipuan di Kelapa Gading. Penyidik masih mengumpulkan keterangan dari pelamar dan pihak yang menawarkan pekerjaan.
Karena itu, masyarakat perlu menunggu hasil pemeriksaan. Publik juga sebaiknya tidak langsung menyebarkan identitas seseorang tanpa bukti yang kuat.
Meski begitu, permintaan saldo Prakerja sebesar Rp2 juta menjadi tanda peringatan bagi pencari kerja. Program resmi tidak meminta setoran awal untuk proses pendaftaran.
Pada akhirnya, pelamar perlu mengutamakan kehati-hatian. Jangan kirim uang, data pribadi, atau kode rahasia sebelum memastikan legalitas perusahaan.
Catatan: Artikel ini menggunakan informasi terbaru mengenai dugaan penipuan lowongan kerja di Kelapa Gading pada 11 September 2026. Polisi masih mendalami kasus tersebut dan belum menetapkan kesimpulan akhir.




