BNN Dorong Larangan Total Rokok Elektrik, Ini Alasan Utamanya

malangtoday.id – Badan Narkotika Nasional atau BNN kembali menyoroti penggunaan rokok elektrik atau vape di Indonesia. Kali ini, BNN tidak hanya meminta pemerintah memperketat pengawasan. Lembaga tersebut bahkan mendorong pemerintah mempertimbangkan larangan total terhadap rokok elektrik.
BNN mengambil sikap tersebut setelah melihat perubahan pola peredaran narkotika. Jaringan narkoba terus mengembangkan berbagai cara baru agar mereka dapat menyamarkan produk terlarang di tengah gaya hidup masyarakat.
Salah satu modus yang kini menarik perhatian BNN memakai cairan narkotika dalam perangkat vape. Bentuk cair membuat narkotika terlihat semakin mirip dengan liquid rokok elektrik biasa. Kondisi tersebut membuat aparat menghadapi tantangan baru dalam pengawasan.
BNN Soroti Vape sebagai Media Baru Narkotika Cair
Alasan utama BNN berkaitan dengan perubahan modus jaringan narkotika. Sindikat tidak lagi hanya mengandalkan narkotika dalam bentuk bubuk, kristal, tablet, atau tanaman.
Mereka mulai memanfaatkan bentuk cair.
Perubahan tersebut membuat perangkat vape mendapat perhatian besar. Pengguna dapat mengonsumsi cairan melalui perangkat kecil yang masyarakat kenal secara luas. Dari luar, seseorang mungkin terlihat memakai vape biasa.
Namun, cairan di dalam perangkat tersebut dapat mengandung zat terlarang.
BNN menilai kondisi ini menciptakan risiko baru. Aparat tidak dapat membedakan isi setiap perangkat hanya melalui penampilan luarnya. Karena itu, laboratorium memegang peran penting untuk mengidentifikasi kandungan cairan.
BNN juga melihat generasi muda menghadapi risiko besar. Vape memiliki desain modern, pilihan rasa beragam, dan bentuk perangkat yang mudah masyarakat bawa.
Karakter tersebut dapat membuka ruang bagi jaringan narkotika untuk menyamarkan produk mereka sebagai bagian dari gaya hidup.
Temuan Laboratorium Memperkuat Kekhawatiran BNN
BNN sebelumnya menguji ratusan sampel cairan vape. Pada April 2026, Kepala BNN Suyudi Ario Seto menyampaikan hasil pemeriksaan terhadap 341 sampel.
Laboratorium BNN menemukan 11 sampel yang mengandung kanabinoid sintetis. Tim laboratorium juga menemukan satu sampel yang mengandung metamfetamina atau sabu.
Selain itu, 23 sampel mengandung etomidate.
Data tersebut memperkuat kekhawatiran BNN terhadap kemungkinan penyalahgunaan perangkat vape sebagai sarana konsumsi zat terlarang.
Pada September 2026, BNN kembali menyampaikan data yang lebih besar. Kepala BNN menyebut laboratorium telah memeriksa 1.745 sampel vape. Menurut keterangan BNN, pemeriksaan tersebut menemukan narkotika atau New Psychoactive Substances dalam sebagian besar sampel yang mereka soroti.
BNN menggunakan perkembangan tersebut sebagai dasar untuk mendorong langkah pengawasan yang jauh lebih ketat.
Etomidate Menjadi Salah Satu Perhatian Utama
Etomidate menjadi salah satu zat yang sering muncul dalam pembahasan BNN mengenai vape.
Zat tersebut pada dasarnya memiliki penggunaan medis tertentu. Namun, penyalahgunaan etomidate melalui vape dapat menimbulkan risiko serius bagi pengguna.
Pemerintah juga telah memasukkan etomidate dalam pengaturan narkotika. Karena itu, peredaran zat tersebut melalui liquid vape meningkatkan perhatian aparat.
BNN melihat modus semacam ini dapat berkembang dengan cepat. Jaringan narkotika bisa memanfaatkan teknologi, tren gaya hidup, dan saluran distribusi modern untuk mencari konsumen baru.
Situasi tersebut mendorong BNN meminta pemerintah mengambil langkah sebelum pola penyalahgunaan semakin luas.
Pengungkapan Narkotika Cair Memicu Alarm Baru
Kekhawatiran BNN tidak hanya berasal dari pemeriksaan liquid vape.
Sepanjang 2026, BNN menangani sejumlah kasus besar yang menunjukkan perkembangan narkotika dalam bentuk cair. BNN menyita ribuan mililiter etomidate dan ribuan cartridge vape dalam berbagai operasi.
BNN juga mengungkap kasus metamfetamina cair dalam jumlah besar.
Pada Agustus 2026, aparat mengungkap sekitar 2,6 ton cairan yang mengandung metamfetamina dari kapal asing di wilayah Kepulauan Riau.
Kepala BNN kemudian menyoroti kasus tersebut sebagai bukti bahwa jaringan narkotika terus mengembangkan bentuk produk mereka.
Menurut BNN, perubahan dari bentuk padat menuju cair dapat membuka peluang penyalahgunaan melalui perangkat yang masyarakat gunakan sehari-hari, termasuk vape.
BNN juga mengungkap sekitar 3,37 ton kuncup bunga ganja asal Thailand dalam salah satu kasus besar. BNN menyebut jaringan berencana membawa barang tersebut menuju Eropa untuk menghasilkan ekstrak narkotika cair.
Rangkaian kasus tersebut membuat BNN melihat narkotika cair sebagai ancaman nyata, bukan sekadar kemungkinan pada masa depan.
Mengapa BNN Memilih Opsi Larangan Total?
BNN memiliki beberapa pertimbangan ketika mengusulkan larangan total.
Pertama, perangkat vape dapat menjadi media untuk mengonsumsi narkotika cair. Kedua, bentuk cair dapat menyulitkan masyarakat mengenali zat berbahaya.
Ketiga, perkembangan jenis zat psikoaktif baru bergerak sangat cepat.
BNN mencatat munculnya banyak New Psychoactive Substances atau NPS secara global. Produsen ilegal terus mengembangkan senyawa baru agar mereka dapat mengejar tren pasar dan menghindari pengawasan.
Keempat, BNN mempertimbangkan dampak kesehatan dan sosial.
Ketika jumlah pengguna narkotika meningkat, negara juga harus menanggung beban yang lebih besar. Pemerintah perlu menyiapkan layanan rehabilitasi, pelayanan kesehatan, penegakan hukum, hingga pembinaan terhadap pelaku kejahatan narkotika.
BNN Mulai Mendorong Larangan di Lingkungan Kerja
BNN tidak hanya menyampaikan usulan pada tingkat regulasi nasional.
Pada 10 September 2026, Kepala BNN Suyudi Ario Seto meminta Garuda Indonesia melarang penggunaan rokok elektrik di lingkungan perusahaan.
BNN menilai sektor penerbangan memiliki standar keselamatan tinggi. Karena itu, perusahaan perlu menjaga lingkungan kerja dari segala bentuk penyalahgunaan narkotika.
Sebelumnya, BNN juga telah menerapkan larangan penggunaan rokok elektronik bagi jajaran internal melalui kebijakan yang mereka keluarkan pada Juli 2026.
Langkah tersebut menunjukkan bahwa BNN mulai menjalankan pendekatan pencegahan dari lingkungan organisasinya sendiri.
Pemerintah Masih Membahas Usulan Larangan Vape
Meski BNN mendorong larangan total, pemerintah belum menetapkan larangan nasional terhadap seluruh rokok elektrik.
Kementerian dan lembaga terkait masih membahas berbagai aspek. Mereka perlu mempertimbangkan kesehatan, ekonomi, industri, perdagangan, penerimaan negara, perlindungan konsumen, serta efektivitas penegakan aturan.
BNN sendiri mendukung kajian lintas lembaga sebelum pemerintah mengambil keputusan akhir.
Karena itu, masyarakat perlu membedakan antara usulan BNN dan aturan yang sudah berlaku. Saat ini, BNN mendorong opsi larangan total, sedangkan pemerintah masih mengkaji langkah tersebut.
Perlindungan Generasi Muda Menjadi Fokus Utama
Perdebatan mengenai vape kini memasuki babak baru.
Pembahasan tidak lagi hanya menyangkut nikotin atau risiko kesehatan akibat rokok elektrik. Munculnya narkotika cair membuat pemerintah menghadapi persoalan keamanan dan penegakan hukum yang lebih kompleks.
BNN menilai generasi muda membutuhkan perlindungan lebih kuat. Tren vape yang dekat dengan gaya hidup anak muda dapat menciptakan celah bagi pihak yang ingin mengedarkan zat terlarang.
Karena itu, BNN mendorong langkah pencegahan yang lebih luas.
Usulan larangan total rokok elektrik memang masih membutuhkan pembahasan panjang. Pemerintah harus mempertimbangkan bukti ilmiah, kondisi industri, efektivitas regulasi, dan kemampuan aparat menjalankan aturan.



