
malangtoday.id – Polisi kembali membongkar jaringan peredaran narkoba dalam jumlah besar di Kabupaten Bengkalis, Riau.
Tim gabungan Polsek Bantan dan Satresnarkoba Polres Bengkalis menangkap dua pria yang membawa narkotika dalam jumlah besar. Petugas mengidentifikasi kedua pria itu dengan inisial M dan HI.
Pengungkapan kasus tersebut berlangsung pada Rabu, 12 Agustus 2026. Polisi bergerak setelah menerima informasi masyarakat mengenai aktivitas mencurigakan sebuah mobil Toyota Yaris putih di wilayah Desa Selat Baru, Kecamatan Bantan.
Informasi tersebut langsung mendorong petugas melakukan penyelidikan. Tim kemudian menyisir sejumlah titik yang berkaitan dengan pergerakan kendaraan tersebut.
Polisi Kejar Mobil Pembawa Narkoba
Petugas akhirnya menemukan kendaraan yang sesuai dengan informasi awal. Polisi kemudian menghentikan mobil tersebut di Jalan Soekarno Hatta, Desa Selat Baru.
Kedua pria yang berada di dalam kendaraan tidak mampu menghindari pemeriksaan. Petugas langsung mengamankan M dan HI untuk menjalani pemeriksaan.
Setelah itu, polisi menggeledah kendaraan secara menyeluruh. Pemeriksaan tersebut menemukan narkotika dalam jumlah sangat besar.
Petugas menemukan 29 bungkus besar sabu dengan berat kotor 30,66 kilogram. Setelah pemeriksaan lebih lanjut, polisi mencatat berat bersih sabu mencapai 28,96 kilogram.
Selain sabu, petugas menemukan 122.629 butir ekstasi. Polisi juga menemukan 394 cartridge etomidate dengan volume bersih sekitar 985 mililiter.
Jumlah tersebut menunjukkan skala jaringan yang cukup besar. Karena itu, penyidik langsung mengembangkan kasus untuk mencari pihak lain yang terlibat.
Ratusan Cartridge Etomidate Ikut Polisi Sita
Kasus ini juga menarik perhatian karena jaringan tersebut membawa ratusan cartridge etomidate.
Etomidate merupakan zat yang belakangan muncul dalam sejumlah pengungkapan narkotika di Indonesia. Pelaku jaringan narkoba mulai memasukkan zat tersebut dalam bentuk cartridge vape ke dalam distribusi mereka.
Polda Riau sebelumnya juga menggagalkan penyelundupan 969 cartridge etomidate bersama 6,94 kilogram sabu. Polisi menangkap seorang pria dalam pengungkapan tersebut dan menduga barang itu berasal dari Malaysia.
Perkembangan itu menunjukkan bahwa aparat menghadapi variasi baru dalam peredaran zat berbahaya. Karena itu, polisi terus memperkuat pengawasan terhadap jalur masuk dan distribusi narkotika.
Jaringan Manfaatkan Jalur Riau
Letak geografis Riau membuat wilayah tersebut menghadapi tantangan besar dalam pemberantasan narkoba.
Sejumlah jaringan memanfaatkan jalur perairan dan jalur darat untuk memasukkan narkotika dari luar wilayah. Polisi juga terus mencermati hubungan jaringan lokal dengan pemasok dari luar negeri.
Pada pengungkapan sebelumnya, Polda Riau menemukan indikasi pengiriman narkotika dari Malaysia menuju wilayah Riau. Polisi kemudian mengembangkan penyelidikan untuk mencari pengendali jaringan.
Selain itu, BNNP Riau pada Juli 2026 mengungkap tiga jaringan narkotika dan menemukan 11,42 kilogram sabu serta 566 cartridge etomidate. Salah satu jaringan tersebut memiliki hubungan dengan pemasok yang berada di Malaysia.
Rangkaian pengungkapan tersebut memperlihatkan pola distribusi yang melibatkan beberapa wilayah. Aparat pun perlu mengembangkan penyelidikan hingga ke pihak yang mengatur pengiriman.
Polisi Telusuri Peran Dua Kurir
Setelah menangkap M dan HI, polisi tidak berhenti pada pemeriksaan barang bukti.
Penyidik kini menelusuri peran kedua tersangka dalam jaringan tersebut. Polisi juga mencari pihak yang memberikan perintah serta pihak yang menerima narkotika.
Langkah tersebut penting karena kurir biasanya hanya menjalankan bagian tertentu dalam rantai distribusi. Pengungkapan jaringan secara menyeluruh membutuhkan informasi mengenai pemasok, pengendali, hingga calon penerima barang.
Polisi juga memeriksa komunikasi dan barang lain yang mereka temukan selama proses penyidikan. Data tersebut dapat membantu petugas menemukan hubungan antara kedua tersangka dengan anggota jaringan lainnya.
Polisi Sita Puluhan Kilogram Sabu
Jumlah sabu yang polisi temukan dalam kasus Bengkalis mencapai 30,66 kilogram berdasarkan berat kotor.
Angka tersebut menunjukkan potensi peredaran dalam skala besar. Selain itu, 122.629 butir ekstasi menambah jumlah narkotika yang polisi amankan dalam satu operasi.
Berbagai jenis logo menghiasi ekstasi yang polisi temukan. Polisi mencatat antara lain logo Minion, Heineken, TikTok, Transformers, Rolls Royce, Hello Kitty, LV, Mario, Smile, dan Gorilla.
Keragaman logo tersebut juga menunjukkan pola produksi yang beragam. Namun, polisi tetap perlu melakukan pemeriksaan laboratorium untuk memastikan kandungan setiap barang bukti.
Pengungkapan Berawal dari Informasi Warga
Peran masyarakat kembali membantu polisi dalam membongkar jaringan narkoba.
Informasi mengenai kendaraan mencurigakan membuat petugas bergerak cepat. Polisi kemudian melakukan pemantauan hingga menemukan mobil yang sesuai dengan laporan tersebut.
Langkah itu menunjukkan pentingnya kerja sama masyarakat dengan aparat. Warga dapat membantu dengan melaporkan aktivitas mencurigakan tanpa mengambil tindakan sendiri.
Selanjutnya, polisi dapat melakukan penyelidikan sesuai prosedur dan mengumpulkan bukti secara terukur.
Polisi Perkuat Pengawasan Peredaran Etomidate
Polda Riau terus menghadapi perkembangan modus peredaran narkotika. Selain sabu dan ekstasi, aparat kini juga menemukan etomidate dalam beberapa perkara.
Pada April 2026, Polda Riau menangkap seorang pria di Pekanbaru dan menyita 420 cartridge yang berisi cairan etomidate. Polisi juga mengamankan telepon seluler dan sepeda motor yang berkaitan dengan perkara tersebut.
Kemudian pada Mei 2026, polisi menggagalkan pengiriman 300 cartridge etomidate bersama 933 butir ekstasi di wilayah perbatasan Pekanbaru dan Pelalawan. Polisi menangkap dua orang dalam pengungkapan tersebut.
Rangkaian kasus itu membuat aparat meningkatkan kewaspadaan terhadap bentuk baru peredaran zat berbahaya.
Polisi Lanjutkan Pengembangan Kasus
Kasus Bengkalis belum berhenti setelah polisi menangkap dua kurir.
Penyidik masih memiliki tugas untuk mengungkap jaringan yang berada di belakang kedua tersangka. Polisi juga perlu mencari sumber barang serta tujuan akhir pengiriman.
Pengembangan perkara menjadi penting karena jumlah barang bukti sangat besar. Polisi dapat menggunakan keterangan tersangka, data komunikasi, serta barang bukti lain untuk menemukan anggota jaringan berikutnya.
Sementara itu, aparat terus melakukan pengawasan terhadap jalur darat dan perairan di Riau. Upaya tersebut bertujuan menghambat masuknya narkotika dari luar daerah.
Kasus ini juga memperlihatkan perubahan bentuk peredaran narkoba. Jaringan tidak hanya membawa sabu dan ekstasi, tetapi juga memasukkan cartridge etomidate dalam satu pengiriman.
Karena itu, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap aktivitas mencurigakan di lingkungan sekitar. Informasi dari warga dapat membantu aparat menemukan jaringan sebelum mereka menyebarkan narkotika ke masyarakat.
Dengan penangkapan dua kurir dan penyitaan puluhan kilogram sabu, ratusan ribu ekstasi, serta ratusan cartridge etomidate, polisi kini memiliki dasar untuk mengembangkan perkara lebih jauh.
Penyidik masih mengejar pihak lain yang terlibat dalam jaringan tersebut. Pengembangan kasus diharapkan dapat mengungkap pengendali utama dan memutus jalur distribusi narkoba di wilayah Riau.




