
malangtoday.id – Kejuaraan Dunia BWF 2026 memasuki fase penting di New Delhi, India. Persaingan di Indira Gandhi Indoor Stadium semakin ketat setelah para pemain melewati babak 16 besar.
Indonesia sebelumnya mengirim lima wakil ke perempat final. Alwi Farhan, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri, Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum, Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari, serta Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah membawa harapan Merah Putih.
Namun, hasil pertandingan perempat final tidak sepenuhnya sesuai harapan. Tiga wakil harus mengakhiri perjuangan di babak delapan besar.
Sementara itu, Alwi Farhan dan Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah berhasil menjaga peluang Indonesia untuk meraih gelar dunia.
Rachel/Febi Menghadapi Unggulan China
Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum menghadapi tantangan berat pada babak perempat final. Mereka bertemu unggulan kedelapan asal China, Li Yi Jing/Luo Xu Min.
Rachel/Febi sebenarnya tampil cukup konsisten sepanjang turnamen. Mereka juga memperoleh momentum setelah pasangan Jepang Yuki Fukushima/Mayu Matsutomo mundur pada babak 16 besar.
Namun, situasi berubah ketika mereka menghadapi pasangan China.
Li Yi Jing/Luo Xu Min langsung mengambil kendali permainan. Rachel/Febi kesulitan mengembangkan pola serangan dan akhirnya kalah dua gim langsung.
Skor pertandingan berakhir 13-21 dan 14-21.
Hasil tersebut membuat perjalanan Rachel/Febi berhenti di delapan besar. Meski gagal menembus semifinal, pencapaian tersebut tetap memberikan pengalaman penting bagi pasangan muda Indonesia.
Ana/Trias Tak Mampu Mengatasi Ganda Korea
Ganda putri Indonesia lainnya, Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari, juga menghadapi lawan berat.
Ana/Trias berjumpa unggulan ketiga asal Korea Selatan, Baek Ha Na/Lee So Hee. Pasangan Korea memiliki pengalaman besar dalam pertandingan level dunia.
Ana/Trias mencoba memberikan perlawanan sejak awal. Namun, Baek/Lee mampu menjaga tekanan sepanjang pertandingan.
Performa pasangan Korea membuat Ana/Trias kesulitan mendapatkan momentum. Mereka akhirnya kalah dua gim langsung dengan skor 11-21 dan 11-21.
Kekalahan tersebut sekaligus mengakhiri perjuangan sektor ganda putri Indonesia di Kejuaraan Dunia BWF 2026.
Fajar/Fikri Sebelumnya Membawa Harapan Besar
Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri datang ke Kejuaraan Dunia BWF 2026 dengan status unggulan kedua. Mereka juga membawa modal kuat setelah meraih gelar Japan Open dan China Open pada Juli.
Perjalanan menuju delapan besar juga menunjukkan mental juara. Pada babak 16 besar, Fajar/Fikri menghadapi Kang Min Hyuk/Ki Dong Ju dari Korea Selatan.
Mereka memenangkan gim pertama dengan skor 21-15. Namun, pasangan Korea bangkit dan merebut gim kedua dengan skor 14-21.
Fajar/Fikri kemudian mengubah strategi pada gim penentuan. Mereka bermain lebih agresif dan akhirnya mengunci kemenangan 21-12. Hasil tersebut membawa mereka ke perempat final.
Perjalanan Fajar/Fikri kemudian berakhir di babak delapan besar. Kekalahan tersebut menjadi salah satu hasil yang cukup mengecewakan bagi sektor ganda putra Indonesia.
Alwi Farhan Menjaga Asa Indonesia
Di tengah tiga kekalahan tersebut, Alwi Farhan tampil sebagai salah satu tumpuan Indonesia.
Alwi sebelumnya mengalahkan wakil tuan rumah India, Ayush Shetty, pada babak 16 besar. Ia menang dua gim langsung dengan skor 21-19 dan 21-11.
Kemenangan tersebut membawa Alwi ke perempat final dan menjaga peluang Indonesia di sektor tunggal putra.
Pemain berusia 21 tahun itu juga menunjukkan ketenangan ketika menghadapi tekanan penonton tuan rumah. Ia mampu menjaga fokus dan mengendalikan pertandingan.
Kini, Alwi membawa harapan besar bagi Indonesia. Satu kemenangan tambahan dapat membawanya semakin dekat dengan podium Kejuaraan Dunia.
Amri/Nita Menjadi Kejutan di Ganda Campuran
Selain Alwi, pasangan Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah juga memberikan kabar positif.
Amri/Nita tampil impresif sejak fase awal turnamen. Mereka kemudian mengalahkan pasangan Chinese Taipei Yang Po Hsuan/Hu Ling Fang di perempat final dengan skor 21-18 dan 21-9.
Kemenangan tersebut membawa Amri/Nita ke semifinal.
Pencapaian itu menjadi salah satu kejutan positif bagi Indonesia. Mereka mampu melewati sejumlah pasangan kuat dan terus menunjukkan perkembangan di panggung dunia.
Perjuangan Indonesia Belum Berakhir
Tiga wakil Indonesia memang mengakhiri perjalanan di perempat final. Namun, Merah Putih masih memiliki dua wakil yang dapat mengejar tiket final.
Alwi Farhan menjadi harapan dari sektor tunggal putra. Sementara itu, Amri/Nita membawa peluang dari ganda campuran.
Keduanya memiliki karakter permainan yang berbeda. Alwi mengandalkan kecepatan, keberanian menyerang, dan kemampuan mengontrol reli.
Sebaliknya, Amri/Nita memiliki kombinasi permainan depan dan belakang yang semakin matang. Keduanya juga menunjukkan keberanian ketika menghadapi pasangan unggulan.
Karena itu, penggemar bulutangkis Indonesia masih memiliki alasan untuk memberikan dukungan.
Performa Indonesia di Kejuaraan Dunia 2026
Hasil di New Delhi menunjukkan perkembangan menarik bagi bulutangkis Indonesia. Beberapa nama senior harus mengakhiri perjalanan lebih awal, sementara pemain yang lebih muda mulai menunjukkan kemampuan bersaing di level tertinggi.
Alwi menjadi salah satu contoh paling menonjol. Ia mampu melewati lawan tuan rumah dengan permainan yang tenang.
Rachel/Febi dan Ana/Trias juga menunjukkan perkembangan positif meskipun belum mampu mencapai semifinal. Pengalaman menghadapi pasangan unggulan dunia dapat menjadi modal penting untuk turnamen berikutnya.
Sementara itu, Fajar/Fikri tetap memperlihatkan kualitas sebagai salah satu pasangan elite dunia. Kekalahan di delapan besar tentu menjadi bahan evaluasi bagi mereka.
Evaluasi Menjadi Modal untuk Turnamen Berikutnya
Kekalahan tidak selalu menunjukkan kegagalan dalam perjalanan seorang atlet. Hasil pertandingan dapat memberikan gambaran mengenai aspek yang perlu diperbaiki.
Bagi Rachel/Febi, pengalaman menghadapi pasangan China dapat membantu mereka meningkatkan variasi serangan.
Ana/Trias juga dapat mengevaluasi pola permainan setelah menghadapi Baek/Lee. Mereka perlu terus meningkatkan konsistensi dan keberanian ketika menghadapi pasangan papan atas.
Fajar/Fikri memiliki tantangan serupa. Status unggulan tinggi membawa ekspektasi besar, sehingga mereka perlu menjaga fokus sejak awal pertandingan.
Dengan evaluasi yang tepat, kekalahan di New Delhi dapat menjadi bahan untuk membangun performa yang lebih kuat.
Harapan untuk Alwi dan Amri/Nita
Kini perhatian penggemar Indonesia tertuju kepada Alwi Farhan serta Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah.
Alwi berpeluang mencatat pencapaian besar dalam kariernya. Satu kemenangan lagi dapat membuka peluang meraih medali.
Amri/Nita juga memiliki kesempatan untuk terus mengejutkan lawan. Performa mereka sepanjang turnamen menunjukkan bahwa pasangan tersebut mampu bersaing dengan pemain elite.
Karena itu, dukungan publik Indonesia masih memiliki arti penting.
Penutup
Kejuaraan Dunia BWF 2026 memberikan hasil beragam bagi Indonesia. Tiga wakil Merah Putih mengakhiri perjuangan di babak delapan besar.
Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum serta Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari gagal melewati hadangan pasangan unggulan. Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri juga harus menerima hasil serupa setelah perjuangan panjang di turnamen.
Namun, Indonesia belum kehilangan seluruh harapan.
Alwi Farhan dan Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah masih membawa bendera Merah Putih di fase semifinal. Keduanya memiliki kesempatan untuk melangkah lebih jauh dan mengejar prestasi terbaik di Kejuaraan Dunia BWF 2026.
Dengan demikian, perjuangan Indonesia di New Delhi belum selesai. Mari menantikan langkah Alwi serta Amri/Nita sambil berharap mereka mampu memberikan kejutan berikutnya.




