
malangtoday.id – Gempa bumi magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur, pada Sabtu, 15 Agustus 2026. Guncangan kuat tersebut memicu kerusakan di sejumlah wilayah. Kini, jumlah korban terus bertambah seiring proses pencarian dan pendataan.
Basarnas mencatat 83 orang meninggal dunia hingga Jumat, 21 Agustus 2026. Selain itu, gempa melukai 328 orang secara berat dan 639 orang secara ringan. Total korban mencapai 1.050 orang.
Angka tersebut menunjukkan besarnya dampak gempa terhadap masyarakat Flores.
Tim SAR masih menjalankan pencarian di beberapa lokasi. Petugas juga terus memperbarui data korban bersama pemerintah daerah.
Manggarai Timur Catat Korban Terbanyak
Manggarai Timur menjadi wilayah dengan jumlah korban paling banyak.
Basarnas mencatat 670 warga dari wilayah tersebut masuk dalam data korban. Sebanyak 70 orang meninggal dunia.
Jumlah tersebut membuat Manggarai Timur menghadapi tantangan besar dalam masa tanggap darurat.
Petugas harus memenuhi kebutuhan warga yang kehilangan keluarga. Mereka juga perlu membantu masyarakat yang mengalami luka dan kerusakan rumah.
Selain itu, beberapa daerah menghadapi kendala akses. Kondisi jalan dan jembatan ikut memengaruhi distribusi bantuan.
Karena itu, pemerintah terus memperbaiki jalur menuju lokasi terdampak.
Gempa Memicu Ribuan Gempa Susulan
Gempa utama tidak langsung menghentikan aktivitas seismik di Flores.
Kepala Stasiun Geofisika Kupang Arief Tyastama menyebut sekitar 4.350 gempa susulan terjadi hingga Jumat pagi, 21 Agustus.
Gempa susulan terbesar mencapai magnitudo 6,2. BMKG juga mencatat 31 gempa susulan dengan magnitudo di atas 5. Warga merasakan 118 gempa susulan.
Kondisi tersebut membuat warga tetap waspada.
Banyak keluarga memilih tinggal di pengungsian atau area terbuka. Mereka menghindari bangunan yang mengalami kerusakan.
Petugas juga terus mengingatkan warga agar menjauhi bangunan yang retak atau rawan roboh.
Pengungsi Masih Membutuhkan Bantuan
Selain korban jiwa, gempa juga memunculkan persoalan kebutuhan dasar.
Sejumlah pengungsi mulai menghadapi kekurangan makanan. Warga di Desa Palue, Kabupaten Sikka, misalnya, menyampaikan bahwa persediaan makanan mulai menipis.
Warga juga berharap pemerintah mempercepat pengiriman bantuan ke daerah mereka.
Kondisi tersebut mendorong pemerintah memperluas distribusi logistik.
BNPB terus mengirim makanan, air, tenda, obat-obatan, dan kebutuhan lainnya. Pemerintah turut membuka akses menuju daerah yang sulit dijangkau melalui jalur darat.
Pemerintah Kirim Ratusan Ton Bantuan
Ratusan ton logistik kini bergerak menuju warga yang membutuhkan. Kepala BNPB Letjen Suharyanto menyebut pemerintah mengirim 411 ton bantuan logistik pada periode 15-19 Agustus 2026.
BNPB juga mengirim 72,77 ton bantuan melalui jalur udara pada 19 Agustus.
Selain itu, pemerintah mengirim 5.000 paket sembako ke Posko Maumere. Sebanyak 2.900 paket lainnya menuju Posko Labuan Bajo.
Pemerintah juga menggunakan jalur laut untuk menjangkau daerah yang sulit.
KRI Bung Hatta membawa paket bantuan, sembako, tenda keluarga, tenda pengungsi, dan donasi masyarakat menuju Pelabuhan Reok di Kabupaten Manggarai.
TNI AL Kerahkan Kapal Rumah Sakit
Penanganan gempa juga membutuhkan dukungan layanan kesehatan.
TNI AL mengerahkan KRI dr. Soeharso untuk membantu pelayanan medis bagi masyarakat terdampak.
Kapal tersebut membawa dukungan kesehatan dan logistik. Pemerintah juga menyiapkan dua rumah sakit lapangan di wilayah terdampak.
Selain itu, pemerintah menyiapkan 882 unit tenda.
Fasilitas tersebut membantu warga yang tidak dapat kembali ke rumah.
Tim kesehatan juga terus memantau kondisi korban luka. Mereka memberikan perawatan sesuai kebutuhan dan melakukan rujukan bagi pasien yang membutuhkan penanganan lanjutan.
Infrastruktur Mulai Pemerintah Pulihkan
Gempa juga mengganggu jaringan jalan, jembatan, listrik, dan telekomunikasi.
Pemerintah kemudian mempercepat pemulihan infrastruktur. BPJN NTT menangani sejumlah titik longsor dan memperbaiki ruas jalan serta jembatan yang mengalami kerusakan.
Langkah tersebut memiliki peran penting dalam distribusi bantuan.
Jalur yang kembali terbuka membuat kendaraan logistik dapat bergerak lebih cepat. Petugas juga dapat menjangkau desa yang sebelumnya mengalami kesulitan akses.
Sementara itu, pemerintah memperbaiki jaringan telekomunikasi di sejumlah wilayah.
Manggarai Timur dan Ende menjadi prioritas pemulihan komunikasi. Pemerintah juga memasang jaringan Wi-Fi gratis dan genset bergerak di sejumlah posko darurat.
Air Bersih dan Listrik Jadi Perhatian
Warga pengungsian menghadapi persoalan lain selain makanan.
Sejumlah posko mengalami kekurangan air bersih dan listrik. Kondisi tersebut mengganggu aktivitas warga serta pelayanan di lokasi pengungsian.
BNPB kemudian mengarahkan bantuan untuk memenuhi kebutuhan tersebut.
Air bersih memiliki peran penting dalam kondisi darurat. Warga membutuhkan air untuk minum, memasak, membersihkan diri, dan menjaga kebersihan lingkungan.
Listrik juga mendukung penerangan serta pelayanan kesehatan.
Karena itu, pemerintah terus mencari solusi agar kebutuhan dasar warga terpenuhi.
Tim SAR Terus Bergerak
Tim SAR masih menjalankan tugas di sejumlah wilayah.
Petugas mencari korban, membantu evakuasi, dan mendukung distribusi bantuan. Mereka juga berkoordinasi dengan pemerintah daerah, TNI, Polri, relawan, serta masyarakat.
Kerja sama tersebut membantu mempercepat penanganan bencana.
Selain mencari korban, petugas juga membantu warga memindahkan barang dari rumah yang mengalami kerusakan.
Tim harus tetap berhati-hati karena gempa susulan masih terjadi.
Kondisi bangunan yang tidak stabil juga dapat membahayakan petugas. Karena itu, setiap operasi membutuhkan pemeriksaan lokasi sebelum petugas masuk.
Sekolah Ikut Menghadapi Dampak Gempa
Gempa juga mengganggu kegiatan pendidikan.
Kerusakan bangunan sekolah membuat sebagian siswa belum dapat mengikuti pembelajaran secara normal.
Pemerintah kemudian menyiapkan skema pembelajaran dari rumah untuk sejumlah sekolah terdampak.
Langkah tersebut membantu siswa tetap mengikuti pelajaran sambil menunggu kondisi sekolah kembali aman.
Guru juga menghadapi tantangan baru. Mereka harus berkomunikasi dengan siswa dalam kondisi darurat.
Sekolah memiliki peran penting dalam membantu anak-anak menghadapi trauma setelah gempa.
Warga Perlu Waspada Gempa Susulan
Aktivitas gempa susulan masih tinggi hingga Jumat pagi.
Karena itu, masyarakat perlu mengikuti informasi dari BMKG dan pemerintah daerah.
Warga juga perlu menjauhi bangunan yang mengalami kerusakan. Mereka sebaiknya memilih lokasi terbuka ketika petugas meminta evakuasi.
Selain itu, masyarakat perlu menyiapkan kebutuhan dasar selama tinggal di pengungsian.
Air minum, makanan, obat pribadi, dokumen penting, dan perlengkapan anak dapat membantu keluarga menghadapi kondisi darurat.
Pemulihan Flores Membutuhkan Waktu
Gempa M7,7 meninggalkan dampak besar bagi masyarakat NTT.
Sebanyak 83 orang meninggal dunia. Sebanyak 328 warga mengalami luka berat dan 639 warga mengalami luka ringan.
Angka tersebut menunjukkan besarnya pekerjaan pemerintah dan masyarakat dalam menghadapi masa pemulihan.
Pemerintah perlu memastikan bantuan mencapai seluruh wilayah terdampak. Tim juga harus memperbaiki jalan, jembatan, fasilitas kesehatan, sekolah, serta jaringan komunikasi.
Di sisi lain, masyarakat membutuhkan dukungan untuk kembali menjalankan aktivitas ekonomi.
Keluarga korban juga membutuhkan pendampingan setelah kehilangan anggota keluarga.
Untuk sementara, pemerintah masih fokus memenuhi kebutuhan dasar. Tim SAR terus bekerja, sementara petugas kesehatan menangani korban luka.
Bantuan juga terus bergerak melalui jalur darat, laut, dan udara.
Dengan koordinasi yang kuat, pemerintah berharap proses pemulihan dapat berjalan lebih cepat.
Namun, masyarakat tetap perlu waspada terhadap gempa susulan. Mereka juga perlu mengikuti arahan petugas selama masa tanggap darurat.
Gempa NTT kini memasuki tahap penanganan yang semakin kompleks. Jumlah korban terus menjadi perhatian, sementara kebutuhan warga juga semakin beragam.
Karena itu, pemerintah, petugas, relawan, dan masyarakat harus terus bekerja bersama. Fokus utama mereka tetap sama, yaitu menyelamatkan warga, memenuhi kebutuhan dasar, dan memulihkan kehidupan masyarakat Flores.




