Yaman Kecam Serangan Houthi ke Arab Saudi, Ketegangan Memanas

malangtoday.id – Pemerintah Yaman mengecam serangkaian serangan Houthi ke Arab Saudi. Pemerintah Yaman juga menyatakan solidaritas penuh kepada Riyadh.
Kecaman itu muncul setelah Houthi kembali melancarkan serangan dengan rudal dan drone. Kelompok tersebut mengklaim menyerang sejumlah sasaran di Arab Saudi pada Sabtu, 19 September 2026.
Serangan terbaru menyasar Riyadh dan fasilitas Aramco di Yanbu. Houthi menyebut operasi tersebut sebagai respons terhadap tindakan militer Saudi di Sanaa.
Pemerintah Yaman melihat serangan itu sebagai ancaman terhadap keamanan Arab Saudi. Selain itu, pemerintah Yaman meminta masyarakat internasional mengambil langkah untuk menghentikan eskalasi.
Pemerintah Yaman Kecam Serangan Houthi
Kementerian Luar Negeri Yaman mengecam serangan Houthi terhadap sejumlah kota Saudi. Pemerintah Yaman juga mendukung hak Arab Saudi untuk menjaga keamanan wilayahnya.
Pernyataan tersebut muncul setelah serangan Houthi melukai warga sipil di beberapa kota Saudi. Serangan pada 14 September mengenai Khamis Mushait, Abha, dan Taif.
Otoritas Saudi melaporkan 13 warga mengalami luka ringan hingga sedang. Serangan tersebut juga merusak tujuh rumah dan dua kendaraan.
Pemerintah Yaman meminta masyarakat internasional mengambil tindakan terhadap serangan Houthi. Mereka juga meminta negara lain membantu membatasi sumber dana dan persenjataan kelompok tersebut.
Houthi Kembali Menyerang Riyadh
Houthi mengklaim melancarkan dua operasi militer pada Sabtu, 19 September. Operasi pertama menyasar sejumlah fasilitas strategis di Riyadh.
Operasi kedua menyasar fasilitas Aramco di Yanbu. Kota tersebut berada di pesisir Laut Merah dan memiliki peran penting dalam industri energi Arab Saudi.
Houthi mengaku menggunakan rudal balistik, rudal jelajah, dan drone dalam operasi tersebut. Kelompok itu menyebut serangan sebagai respons terhadap serangan Saudi di Sanaa.
Namun, pihak Saudi memberikan informasi berbeda mengenai hasil serangan. Pasukan pertahanan udara Saudi menyatakan mereka mencegat sebuah rudal balistik yang mengarah ke Riyadh.
Saudi juga mengeluarkan peringatan keamanan di Riyadh dan sejumlah wilayah lain. Otoritas kemudian mengakhiri peringatan tersebut setelah kondisi kembali terkendali.
Asap Muncul di Dekat Bandara Riyadh
Serangan terbaru memicu perhatian setelah asap hitam terlihat di sekitar Bandara Internasional King Khalid di Riyadh.
Rekaman video menunjukkan kepulan asap besar dari kawasan dekat fasilitas penyimpanan bahan bakar. Suara ledakan juga terdengar di beberapa bagian ibu kota.
Houthi kemudian mengklaim serangan terhadap sasaran di Riyadh. Namun, pihak Saudi belum mengonfirmasi seluruh klaim mengenai kerusakan akibat serangan tersebut.
Situasi itu menunjukkan meningkatnya risiko serangan langsung terhadap wilayah perkotaan Saudi. Karena itu, otoritas Saudi meningkatkan kewaspadaan di beberapa daerah.
Serangan Houthi Meningkat Sejak Juli
Houthi kembali meningkatkan serangan terhadap Arab Saudi sejak Juli 2026. Kelompok tersebut sebelumnya mengumumkan blokade maritim terhadap Saudi.
Setelah itu, Houthi melancarkan serangan menggunakan drone dan rudal ke sejumlah wilayah Saudi. Sasaran serangan mencakup kota, fasilitas energi, dan jalur pelayaran.
Situasi tersebut mengubah kondisi keamanan di kawasan Laut Merah. Jalur tersebut memiliki peran penting bagi perdagangan internasional.
Serangan terhadap kapal juga menambah kekhawatiran terhadap arus energi dunia. Ketegangan tersebut muncul ketika kawasan Timur Tengah sudah menghadapi konflik lain.
Karena itu, eskalasi antara Houthi dan Arab Saudi memiliki dampak yang lebih luas. Gangguan terhadap jalur pelayaran dapat memengaruhi perdagangan dan distribusi energi.
Houthi Bantah Mengincar Tempat Suci
Sebelumnya, Arab Saudi menyatakan pasukan pertahanan udaranya mencegat drone Houthi yang mengarah ke wilayah Mekkah.
Otoritas Saudi kemudian meningkatkan kewaspadaan di Mekkah, Taif, dan Jeddah. Peristiwa tersebut mendapat perhatian besar karena Mekkah memiliki posisi penting bagi umat Islam.
Houthi membantah bahwa mereka mengincar Mekkah atau tempat suci Islam. Kelompok tersebut menyebut tudingan itu sebagai informasi yang keliru.
Perbedaan pernyataan tersebut menunjukkan rumitnya situasi di lapangan. Setiap pihak menyampaikan versi berbeda mengenai sasaran dan tujuan serangan.
Karena itu, informasi mengenai setiap insiden perlu melihat keterangan dari berbagai pihak. Kondisi tersebut penting untuk membedakan klaim militer dari fakta yang sudah terkonfirmasi.
Arab Saudi Tingkatkan Pertahanan
Arab Saudi terus meningkatkan sistem pertahanan udara menghadapi serangan Houthi. Pasukan Saudi mengandalkan sistem pencegat untuk menghadapi rudal dan drone.
Pada 19 September, pertahanan udara Saudi mengklaim berhasil mencegat rudal yang mengarah ke Riyadh.
Saudi juga mengeluarkan sejumlah peringatan keamanan di Riyadh dan Al-Kharj. Wilayah Farasan turut menerima peringatan.
Langkah tersebut menunjukkan pemerintah Saudi ingin menjaga keamanan warga. Otoritas juga meminta masyarakat mengikuti instruksi keselamatan ketika muncul ancaman udara.
Sementara itu, negara-negara lain mulai menyampaikan perhatian terhadap perkembangan tersebut. Perserikatan Bangsa-Bangsa juga mengecam serangan Houthi yang mengenai sasaran sipil dan infrastruktur energi.
PBB Soroti Dampak terhadap Warga Sipil
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengecam serangan Houthi terhadap Arab Saudi. Ia menyoroti risiko serangan terhadap warga sipil dan fasilitas sipil.
Dewan Keamanan PBB juga meminta Houthi menghentikan eskalasi militer. Dewan tersebut menekankan pentingnya melindungi warga sipil dan kapal yang melintas di Laut Merah serta Bab el-Mandeb.
PBB juga memperingatkan dampak eskalasi terhadap kondisi kemanusiaan di Yaman. Konflik baru dapat menambah tekanan terhadap masyarakat yang sudah menghadapi krisis panjang.
Selain itu, PBB terus mendorong penyelesaian melalui jalur politik. Utusan Khusus PBB untuk Yaman Hans Grundberg menjalankan upaya diplomatik untuk mencari penyelesaian yang melibatkan berbagai pihak.
Konflik Yaman Kembali Memanas
Konflik Yaman berlangsung selama bertahun-tahun. Houthi menguasai Sanaa dan sejumlah wilayah lain sejak 2014.
Arab Saudi kemudian memimpin koalisi yang mendukung pemerintah Yaman pada 2015. Konflik berlangsung dengan berbagai fase dan tingkat intensitas.
Gencatan senjata yang mulai berjalan pada April 2022 membantu mengurangi serangan lintas perbatasan. Namun, situasi kembali memburuk pada 2026.
Peningkatan serangan sejak Juli menunjukkan perubahan besar dalam kondisi keamanan. Houthi kembali menggunakan rudal dan drone untuk menyerang wilayah Saudi.
Pemerintah Yaman kini meminta masyarakat internasional mengambil langkah untuk menghentikan eskalasi tersebut.
Serangan Berpotensi Ganggu Jalur Energi
Serangan terhadap fasilitas energi Saudi juga menimbulkan perhatian ekonomi. Arab Saudi merupakan salah satu produsen minyak terbesar dunia.
Yanbu memiliki fasilitas penting untuk pengolahan dan ekspor energi. Karena itu, ancaman terhadap fasilitas tersebut dapat memengaruhi sentimen pasar energi.
Risiko tersebut semakin besar ketika jalur Hormuz juga menghadapi ketegangan. Laut Merah menjadi jalur alternatif penting bagi perdagangan energi dari kawasan Teluk.
Jika konflik terus meningkat, perusahaan pelayaran dapat menghadapi risiko keamanan yang lebih besar. Kondisi tersebut juga dapat mendorong perusahaan mengubah rute perjalanan.
Perubahan rute membutuhkan waktu dan biaya tambahan. Dampaknya kemudian dapat menjalar ke perdagangan internasional.
Yaman Dorong Penghentian Eskalasi
Pemerintah Yaman ingin menghentikan serangan Houthi ke negara-negara tetangga. Mereka juga menolak penggunaan wilayah Yaman sebagai tempat meluncurkan serangan ke luar negeri.
Pemerintah Yaman meminta dukungan internasional untuk memperkuat institusi negara. Mereka juga mendorong upaya diplomatik untuk mencapai penyelesaian politik.
Di sisi lain, Houthi terus menyatakan bahwa serangan mereka merupakan respons terhadap tindakan Saudi. Perbedaan posisi tersebut membuat upaya deeskalasi menghadapi tantangan besar.
Karena itu, jalur diplomasi tetap memiliki peran penting. Dialog dapat membuka ruang untuk mengurangi serangan dan melindungi warga sipil.
Ketegangan Timur Tengah Masuk Fase Baru
Serangan terbaru Houthi menunjukkan bahwa konflik Yaman kembali memiliki dampak regional. Riyadh menjadi salah satu sasaran utama dalam eskalasi terbaru.
Pemerintah Yaman sudah menyampaikan kecaman dan solidaritas kepada Arab Saudi. PBB juga meminta Houthi menghentikan serangan yang mengancam warga dan fasilitas sipil.
Sementara itu, Houthi tetap mempertahankan klaim bahwa mereka merespons serangan terhadap wilayah Sanaa.
Situasi tersebut membuat perkembangan berikutnya sangat penting. Setiap serangan baru dapat meningkatkan risiko konflik yang lebih luas.
Untuk saat ini, pemerintah Yaman mendorong penghentian serangan. Arab Saudi memperkuat pertahanan. PBB terus mendorong jalur politik.
Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa konflik Yaman belum menemukan jalan keluar. Serangan terbaru ke Riyadh dan Yanbu kembali menempatkan keamanan Laut Merah serta stabilitas Timur Tengah dalam perhatian internasional.



