
malangtoday.id – Hujan deras memicu banjir di tujuh kecamatan Kabupaten Aceh Barat Daya atau Abdya. Ratusan rumah warga mengalami genangan sejak Rabu, 16 September 2026.
Banjir mulai masuk ke permukiman pada sore hari. Hujan dengan intensitas tinggi mengguyur sejumlah wilayah Abdya sejak sekitar pukul 15.00 WIB.
Badan Penanggulangan Bencana Aceh mencatat banjir melanda Kecamatan Jeumpa, Kuala Batee, Tangan-Tangan, Setia, Blangpidie, Manggeng, dan Susoh.
Ketinggian air mencapai 35 sentimeter hingga satu meter. Petugas masih melakukan pendataan untuk mengetahui jumlah warga terdampak dan kebutuhan mereka.
Hujan Deras Picu Banjir di Tujuh Kecamatan
Hujan deras membuat sejumlah aliran air meluap. Air kemudian masuk ke rumah warga dan menggenangi jalan di beberapa desa.
BPBD Aceh Barat Daya langsung melakukan pemantauan di lokasi. Petugas juga memeriksa kondisi permukiman yang mengalami genangan.
Banjir menyebar ke tujuh kecamatan dengan tingkat dampak yang berbeda. Sejumlah desa menghadapi genangan cukup tinggi, sedangkan wilayah lain mengalami banjir dengan ketinggian lebih rendah.
Petugas terus memperbarui data karena kondisi lapangan masih berubah. Mereka juga memantau kemungkinan kenaikan air jika hujan kembali turun.
Ketinggian Air Capai Satu Meter
Genangan di permukiman warga memiliki ketinggian antara 35 sentimeter dan satu meter. Air dengan ketinggian tersebut mengganggu aktivitas masyarakat.
Warga perlu memindahkan barang berharga ke tempat yang lebih tinggi. Sebagian keluarga juga memilih mengungsi ke rumah kerabat atau tempat yang lebih aman.
Petugas mengingatkan warga agar tidak memaksakan diri melewati arus yang deras. Arus banjir dapat membahayakan warga, terutama anak-anak dan lansia.
Selain itu, masyarakat perlu mematikan aliran listrik jika air mulai masuk ke dalam rumah. Langkah tersebut dapat mengurangi risiko kecelakaan akibat hubungan listrik dan air.
Kuala Batee Jadi Salah Satu Wilayah Terdampak
Kecamatan Kuala Batee menghadapi dampak banjir di beberapa desa. Di Desa Alue Padee, luapan sungai menggenangi permukiman warga.
Ketinggian air di desa tersebut mencapai sekitar satu meter. Data sementara mencatat sekitar 43 rumah terdampak.
Banjir juga menggenangi sekitar 10 rumah di Desa Kampung Tengah. Sementara itu, warga Desa Ie Mameh ikut menghadapi genangan.
Petugas masih mengumpulkan data dari desa-desa lain di Kuala Batee. Mereka perlu memastikan jumlah rumah, kepala keluarga, dan warga yang membutuhkan bantuan.
Ratusan Rumah Mengalami Genangan
Banjir turut menggenangi permukiman di Kecamatan Blangpidie. Di Desa Alue Manggota, sekitar 100 rumah mengalami dampak.
Genangan juga muncul di sejumlah desa lain. Air masuk ke rumah warga dan menghambat kegiatan sehari-hari.
Petugas melakukan pemeriksaan untuk mengetahui kerusakan bangunan dan fasilitas umum. Mereka juga memantau kondisi jalan yang menghubungkan antardesa.
Pendataan tersebut menjadi dasar bagi pemerintah daerah untuk menyalurkan bantuan. Data yang akurat dapat membantu petugas menentukan kebutuhan pangan, air bersih, obat-obatan, dan tempat pengungsian.
Petugas Evakuasi Warga yang Terjebak Arus
Tim gabungan melakukan evakuasi terhadap seorang warga yang terjebak arus sungai. Jasmi, 61 tahun, menghadapi situasi tersebut di kawasan Desa Kota Bahagia, Kecamatan Kuala Batee.
Petugas bergerak setelah menerima laporan mengenai kondisi warga. Tim kemudian membawa Jasmi ke tempat yang lebih aman.
Evakuasi berjalan lancar. Setelah menyelesaikan tugas, tim kembali ke posko untuk melanjutkan pemantauan.
Peristiwa itu menunjukkan bahaya arus sungai saat hujan deras. Warga perlu menghindari bantaran sungai ketika air mulai naik.
Longsor Timbun Satu Rumah di Jeumpa
Selain banjir, longsor terjadi di Desa Cot Mane, Kecamatan Jeumpa. Material tanah menimbun satu rumah warga.
Petugas masih memeriksa kondisi lokasi longsor. Mereka juga menunggu alat berat untuk membantu membersihkan material yang menutup rumah.
Longsor dapat terjadi ketika tanah kehilangan daya tahan akibat hujan dalam waktu lama. Kondisi lereng yang curam juga meningkatkan risiko pergerakan tanah.
Warga yang tinggal dekat lereng perlu memperhatikan tanda-tanda longsor. Retakan tanah, pohon yang tiba-tiba miring, dan suara gemuruh dapat menjadi tanda bahaya.
Jalan Nasional Ikut Tergenang
Banjir juga menggenangi jalan lintas nasional di kawasan Alue Manggota, Kecamatan Blangpidie. Genangan tersebut dapat mengganggu kelancaran lalu lintas.
Pengendara perlu mengurangi kecepatan saat melintasi jalan yang tergenang. Mereka juga harus menjaga jarak dengan kendaraan lain.
Petugas memantau kondisi jalan untuk melihat dampak terhadap transportasi. Jika air terus naik, petugas dapat mengatur arus kendaraan demi keselamatan pengguna jalan.
Masyarakat sebaiknya mencari informasi terbaru sebelum melakukan perjalanan ke wilayah terdampak.
Petugas Bersihkan Aliran Air yang Tersumbat
Di kawasan Alue Seulaseh, Kecamatan Jeumpa, petugas menemukan aliran air yang tersumbat. Tim kemudian melakukan pembersihan untuk memperlancar aliran.
Sumbatan dapat memperlambat pembuangan air dari permukiman. Sampah, material tanah, dan ranting dapat mempersempit jalur aliran.
Karena itu, warga perlu menjaga kebersihan saluran air. Masyarakat juga perlu menghindari kebiasaan membuang sampah ke sungai atau parit.
Pembersihan saluran dapat membantu mengurangi genangan ketika hujan turun kembali.
BPBD Masih Mendata Warga Terdampak
BPBD Aceh Barat Daya masih melakukan pendataan di sejumlah lokasi. Petugas mencatat jumlah rumah, warga, pengungsi, serta kerusakan fasilitas umum.
Data tersebut belum menunjukkan jumlah akhir warga yang terdampak. Petugas masih memeriksa desa-desa yang mengalami genangan.
Selain itu, tim gabungan terus memantau kondisi sungai dan permukiman. Mereka juga menyiapkan langkah evakuasi jika air kembali naik.
Pemerintah daerah perlu memastikan warga mendapat bantuan sesuai kebutuhan. Bantuan dapat mencakup makanan, air bersih, perlengkapan bayi, obat-obatan, dan kebutuhan darurat lainnya.
Warga Diminta Waspada Hujan Susulan
Warga Abdya perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap hujan susulan. Genangan dapat bertambah jika hujan kembali mengguyur daerah hulu.
Masyarakat juga perlu mengikuti informasi dari BPBD dan aparat setempat. Warga sebaiknya segera meninggalkan rumah jika petugas meminta evakuasi.
Selain itu, keluarga perlu menyiapkan dokumen penting dan obat-obatan dalam satu tas darurat. Persiapan tersebut dapat mempercepat proses evakuasi.
Orang tua juga perlu mengawasi anak-anak agar tidak bermain di sekitar arus banjir. Air yang terlihat tenang tetap dapat membawa arus kuat di bagian bawah.
Pemerintah Perlu Perkuat Penanganan Banjir
Banjir di tujuh kecamatan Abdya menunjukkan pentingnya penanganan bencana secara cepat. Pemerintah perlu memperkuat sistem peringatan dini dan jalur komunikasi dengan masyarakat.
Petugas juga perlu memeriksa kondisi sungai, drainase, tanggul, dan jalan yang sering mengalami genangan. Pemeriksaan rutin dapat membantu mengurangi dampak banjir berikutnya.
Di sisi lain, masyarakat perlu ikut menjaga lingkungan. Warga dapat membantu membersihkan saluran air dan melaporkan titik yang mengalami sumbatan.
Kerja sama antara pemerintah dan masyarakat dapat mempercepat penanganan bencana.
Banjir dan Longsor Masih dalam Pemantauan
Banjir melanda tujuh kecamatan di Aceh Barat Daya setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut. Ratusan rumah mengalami genangan dengan ketinggian hingga satu meter.
Petugas juga menangani longsor yang menimbun satu rumah di Desa Cot Mane. Selain itu, banjir mengganggu sejumlah ruas jalan dan aliran air.
BPBD masih memperbarui data warga terdampak. Tim gabungan juga melanjutkan pemantauan serta evakuasi jika kondisi kembali memburuk.
Masyarakat perlu tetap waspada dan mengikuti arahan petugas. Dengan langkah cepat dan koordinasi yang baik, pemerintah dapat membantu warga menghadapi dampak banjir dan longsor di Aceh Barat Daya.




