
malangtoday.id – Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono terus mendorong pelaksanaan program prioritas nasional agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Ia menempatkan nelayan dan masyarakat pesisir sebagai bagian penting dalam agenda pembangunan sektor kelautan dan perikanan.
Trenggono menegaskan pentingnya kerja sama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat. Kolaborasi tersebut membantu pemerintah mempercepat pelaksanaan berbagai program prioritas di lapangan.
KKP mengarahkan program tersebut untuk memperkuat ketahanan pangan nasional. Pemerintah juga ingin meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah dan membuka lebih banyak peluang usaha bagi masyarakat pesisir.
Enam Program Prioritas KKP
KKP menjalankan enam program kerja prioritas nasional untuk mendukung agenda pemerintah. Program tersebut mencakup Kampung Nelayan Merah Putih, budidaya ikan darat tematik, swasembada garam nasional, revitalisasi tambak Pantura Jawa, pembangunan kawasan tambak udang terintegrasi, dan modernisasi kapal perikanan.
Keenam program tersebut memiliki sasaran yang berbeda. Namun, seluruhnya memiliki tujuan yang sama, yaitu memperkuat sektor kelautan dan perikanan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Kampung Nelayan Merah Putih menjadi salah satu program utama. Pemerintah membangun kawasan tersebut sebagai pusat pertumbuhan ekonomi masyarakat pesisir.
Kawasan itu tidak hanya menyediakan tempat tinggal. Pemerintah juga mengembangkan fasilitas pendukung aktivitas perikanan seperti dermaga, tempat pendaratan ikan, fasilitas rantai dingin, pabrik es, dan sarana produksi lainnya.
Kampung Nelayan Merah Putih Jadi Pusat Ekonomi Pesisir
Trenggono menilai masyarakat nelayan membutuhkan infrastruktur yang mampu meningkatkan produktivitas. Fasilitas perikanan yang memadai dapat membantu nelayan menjaga kualitas hasil tangkapan dan memperluas akses pasar.
Pemerintah juga ingin meningkatkan nilai tambah hasil perikanan. Dengan fasilitas yang lebih baik, nelayan memiliki peluang untuk mengembangkan usaha dari sekadar menjual ikan segar hingga mengolah produk perikanan.
Pada Agustus 2026, Trenggono kembali menekankan pentingnya peningkatan kesejahteraan nelayan saat mengikuti peringatan HUT ke-81 RI di Kampung Nelayan Merah Putih Sorue Jaya, Konawe, Sulawesi Tenggara.
Ia menilai masih banyak nelayan yang belum menikmati hasil pembangunan secara optimal. Karena itu, pemerintah perlu terus memperkuat fasilitas dan ekosistem ekonomi pesisir.
Pemerintah Perkuat Ketahanan Pangan
Sektor kelautan dan perikanan memiliki peran penting dalam menyediakan sumber protein bagi masyarakat Indonesia. KKP kemudian menghubungkan program prioritas dengan agenda swasembada pangan nasional.
Program budidaya ikan darat tematik menjadi salah satu langkah untuk memperkuat produksi ikan. KKP menargetkan pengembangan puluhan ribu titik budidaya yang tersebar di berbagai kabupaten dan kota.
Program tersebut dapat membuka peluang usaha baru bagi masyarakat. Budidaya ikan juga dapat meningkatkan ketersediaan protein sekaligus memperkuat ekonomi lokal.
Pemerintah juga mendorong swasembada garam nasional. KKP menyiapkan pengembangan kawasan tambak garam untuk mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar negeri.
Revitalisasi Tambak dan Budidaya Udang
KKP turut menjalankan revitalisasi tambak di kawasan Pantura Jawa. Program ini bertujuan meningkatkan produktivitas budidaya sekaligus memperkuat ketahanan pangan.
Pemerintah juga mengembangkan kawasan tambak udang terintegrasi di Waingapu. Kawasan tersebut memiliki konsep budidaya modern dengan memperhatikan keberlanjutan lingkungan.
Trenggono menempatkan aspek lingkungan sebagai bagian penting dalam pembangunan sektor kelautan. Pemerintah ingin meningkatkan produksi tanpa mengabaikan kelestarian ekosistem pesisir.
Pendekatan tersebut sejalan dengan konsep ekonomi biru yang terus KKP dorong. Konsep ini menggabungkan pertumbuhan ekonomi dengan pengelolaan sumber daya laut secara berkelanjutan.
Modernisasi Kapal Perkuat Produktivitas Nelayan
Modernisasi kapal perikanan juga masuk dalam agenda prioritas KKP. Pemerintah ingin meningkatkan kemampuan armada nelayan agar mereka dapat bekerja lebih produktif dan aman.
Kapal yang lebih modern dapat mendukung aktivitas penangkapan ikan terukur. Program tersebut juga dapat meningkatkan daya saing nelayan dan memperkuat rantai pasok hasil perikanan.
Pemerintah membutuhkan sistem perikanan yang mampu menjaga keseimbangan antara produktivitas dan keberlanjutan. Karena itu, modernisasi armada berjalan bersama dengan pengawasan sumber daya kelautan.
Trenggono Tekankan Pelibatan Masyarakat
Trenggono mendorong pendekatan dari bawah dalam pelaksanaan program prioritas. Pemerintah melibatkan masyarakat dan pemerintah daerah sejak proses perencanaan hingga evaluasi.
Pendekatan tersebut membantu pemerintah memahami kebutuhan setiap wilayah. Kondisi masyarakat pesisir memiliki karakter yang berbeda sehingga pemerintah perlu menyesuaikan program dengan potensi daerah.
Pelibatan masyarakat juga dapat meningkatkan rasa memiliki terhadap program. Masyarakat kemudian memiliki ruang untuk ikut menjaga dan mengembangkan fasilitas yang pemerintah bangun.
Program Prioritas Harus Berdampak pada Ekonomi Daerah
Trenggono ingin program nasional menghasilkan dampak yang dapat masyarakat rasakan. Pemerintah tidak hanya mengejar pembangunan fisik, tetapi juga ingin meningkatkan aktivitas ekonomi di sekitar kawasan pesisir.
Pembangunan fasilitas perikanan dapat menciptakan peluang kerja baru. Nelayan juga dapat memperoleh akses yang lebih baik terhadap pasar, teknologi, modal, dan sarana produksi.
Pertumbuhan aktivitas ekonomi pesisir pada akhirnya dapat meningkatkan pendapatan masyarakat. Dampak tersebut juga dapat memperkuat ekonomi daerah dan memperluas kontribusi sektor kelautan terhadap perekonomian nasional.
Kolaborasi Jadi Kunci Keberhasilan
KKP terus membangun kolaborasi dengan berbagai pihak untuk mempercepat program prioritas. Pemerintah pusat membutuhkan dukungan pemerintah daerah agar pelaksanaan program berjalan sesuai kebutuhan wilayah.
KKP juga melibatkan dunia usaha dan akademisi. Dunia usaha dapat membantu memperluas akses pasar dan investasi. Akademisi dapat mendukung pengembangan teknologi serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia.
Masyarakat tetap memegang peran utama dalam menjaga keberlanjutan program. Pemerintah membutuhkan partisipasi aktif masyarakat agar fasilitas dan peluang usaha yang tersedia dapat berkembang dalam jangka panjang.
Fokus pada Manfaat Nyata
Trenggono menegaskan bahwa setiap program prioritas harus menghasilkan manfaat bagi masyarakat. Pemerintah ingin masyarakat pesisir merasakan langsung dampak pembangunan melalui peningkatan produktivitas, lapangan kerja, ketahanan pangan, dan kesejahteraan.
Arah kebijakan tersebut menunjukkan bahwa sektor kelautan memiliki posisi strategis dalam pembangunan nasional. Indonesia memiliki wilayah laut yang luas dan potensi sumber daya yang besar.
Pemerintah perlu mengelola potensi tersebut secara produktif dan berkelanjutan. Dengan pengelolaan yang tepat, sektor kelautan dapat terus mendukung ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Melalui berbagai program prioritas tersebut, KKP terus memperkuat fondasi ekonomi pesisir. Trenggono ingin pembangunan sektor kelautan tidak berhenti pada proyek dan infrastruktur.
Ia mendorong setiap program menghasilkan perubahan yang masyarakat rasakan dalam kehidupan sehari-hari. Pemerintah pun terus memperkuat kolaborasi agar program berjalan tepat sasaran dan mampu memberikan manfaat dalam jangka panjang.




