
malangtoday.id – Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya mengungkap cara pelaku pembunuhan wanita di Hotel Mustika, Tanah Abang, Jakarta Pusat, menghindari kejaran polisi.
Pria berinisial SMA itu memakai identitas orang lain saat menjalani aktivitas. Ia juga menggunakan kartu tanda penduduk milik pamannya ketika check-in di hotel.
Cara tersebut membantu SMA menyamarkan identitasnya. Polisi menduga pelaku sengaja memakai data orang lain untuk menghambat proses penyelidikan.
Kanit I Subdit Jatanras Polda Metro Jaya Kompol Afuza Edmond menjelaskan bahwa SMA membawa KTP milik pamannya. Pelaku mengaku kehilangan KTP miliknya sendiri.
Namun, polisi terus menelusuri informasi tersebut. Penyidik juga memeriksa alasan pelaku memakai identitas yang berbeda.
Polisi Ungkap Cara Pelaku Melarikan Diri
Selain menggunakan KTP orang lain, SMA berpindah-pindah tempat selama pelarian.
Kasubdit Jatanras Polda Metro Jaya AKBP Abdul Rahim mengatakan pelaku berusaha menghilangkan barang bukti. Pelaku juga berpindah lokasi untuk menghindari petugas.
Tim Jatanras tetap mengejar SMA setelah menerima laporan pembunuhan. Polisi menelusuri berbagai petunjuk yang mengarah pada keberadaan pelaku.
Penyidik kemudian menemukan jejak pelarian SMA hingga wilayah Saketi, Pandeglang, Banten. Tim menangkap pria tersebut pada Minggu, 13 September 2026, sekitar pukul 09.50 WIB.
Penangkapan itu berlangsung sehari setelah polisi menemukan korban di kamar hotel. Gerak cepat tersebut membantu polisi mengamankan orang yang mereka duga terlibat dalam perkara.
Korban Berusia 19 Tahun
Kasus ini bermula dari penemuan jasad wanita di kamar 304 Hotel Mustika, Kebon Kacang, Tanah Abang.
Petugas menemukan korban pada Sabtu, 12 September 2026, sekitar pukul 08.00 WIB. Korban berinisial IR dan berusia 19 tahun.
IR berasal dari Ciampea, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Polisi kemudian memeriksa lokasi untuk mencari petunjuk mengenai penyebab kematian korban.
Hasil pemeriksaan awal mengarah pada dugaan pembunuhan. Karena itu, Jatanras langsung mengembangkan penyelidikan.
Tim memeriksa sejumlah saksi. Polisi juga menelusuri aktivitas korban sebelum petugas menemukan jasadnya.
Pembunuhan Bermula dari Cekcok
Polisi mengungkap bahwa pembunuhan tersebut bermula dari cekcok antara SMA dan korban.
Perselisihan itu kemudian berkembang menjadi tindakan kekerasan. Polisi menduga SMA mencekik korban hingga meninggal dunia.
Penyidik masih mendalami penyebab awal pertengkaran. Tim juga memeriksa hubungan antara pelaku dan korban.
Keterangan pelaku menjadi salah satu bahan penyelidikan. Namun, polisi tetap mencocokkan pengakuan tersebut dengan bukti lain.
Langkah itu penting agar penyidik dapat menyusun kronologi secara lengkap. Polisi juga perlu memastikan seluruh bukti mendukung dugaan terhadap SMA.
Jatanras Telusuri Barang Bukti
Setelah menangkap SMA, polisi membawa pelaku beserta barang bukti ke Polda Metro Jaya.
Tim kemudian menjalankan pemeriksaan lebih lanjut. Penyidik mendalami cara pelaku melakukan pembunuhan dan upaya yang ia lakukan setelah kejadian.
Polisi juga menelusuri kemungkinan pelaku menghilangkan barang bukti. Upaya tersebut menjadi perhatian karena SMA sempat berpindah-pindah tempat.
Selain itu, penyidik memeriksa penggunaan KTP milik paman pelaku. Polisi ingin memastikan kapan dan di mana SMA memakai identitas tersebut.
Pemeriksaan itu dapat membantu tim menyusun jalur pelarian. Informasi tersebut juga dapat memperjelas aktivitas pelaku setelah kejadian.
Polisi Periksa Rekaman Hotel
Rekaman kamera pengawas dapat membantu polisi melihat pergerakan pelaku dan korban.
Karena itu, penyidik kemungkinan memeriksa kamera di area lobi, lorong, pintu masuk, dan lingkungan hotel.
Petugas juga dapat mencocokkan rekaman dengan keterangan saksi. Langkah tersebut membantu polisi memastikan waktu kedatangan serta keberangkatan pelaku.
Selain rekaman, polisi dapat memeriksa data administrasi hotel. Data check-in menjadi penting karena pelaku memakai identitas orang lain.
Penyidik juga perlu memastikan apakah SMA datang seorang diri atau bersama orang lain. Pemeriksaan itu dapat membantu polisi mengetahui rangkaian kejadian secara lebih jelas.
Penggunaan KTP Orang Lain Jadi Sorotan
Penggunaan KTP milik paman pelaku menjadi salah satu fakta penting dalam perkara ini.
Identitas tersebut membantu SMA menyamarkan dirinya ketika menjalani aktivitas. Polisi kini mendalami alasan dan tujuan pelaku menggunakan dokumen orang lain.
Penyidik juga perlu memastikan bagaimana pelaku memperoleh dan menggunakan KTP tersebut. Pemeriksaan itu dapat membantu polisi melihat kemungkinan pelanggaran lain.
Namun, polisi masih harus menyelesaikan pendalaman. Masyarakat juga perlu menunggu keterangan resmi mengenai hasil pemeriksaan.
Karena itu, publik sebaiknya tidak membuat kesimpulan di luar informasi kepolisian. Proses hukum masih berjalan dan polisi terus mengumpulkan bukti.
Polisi Dalami Hubungan Pelaku dan Korban
Selain motif, polisi masih mendalami hubungan SMA dengan IR.
Kedekatan antara pelaku dan korban dapat membantu menjelaskan awal pertemuan mereka. Penyidik juga perlu mengetahui alasan keduanya berada di hotel tersebut.
Keterangan dari orang-orang terdekat dapat membantu polisi. Tim dapat memeriksa komunikasi, pertemuan, serta aktivitas sebelum kejadian.
Namun, polisi perlu menjaga ketelitian selama pemeriksaan. Setiap informasi harus memiliki dasar yang jelas.
Dengan demikian, penyidik dapat menyusun perkara berdasarkan bukti. Langkah itu juga membantu proses hukum berjalan secara adil.
Penangkapan Berlangsung Kurang dari 24 Jam
Jatanras menangkap SMA pada Minggu pagi. Polisi melakukan penangkapan kurang dari 24 jam setelah menemukan jasad korban.
Tim menemukan pelaku di Saketi, Pandeglang, Banten. Lokasi tersebut menjadi titik akhir pelarian SMA sebelum polisi membawanya ke Polda Metro Jaya.
Kecepatan penangkapan menunjukkan kerja penyidik dalam menelusuri petunjuk. Polisi mengembangkan informasi dari tempat kejadian dan keterangan saksi.
Namun, penangkapan hanya menjadi tahap awal. Penyidik masih perlu membuktikan seluruh dugaan dalam perkara tersebut.
Penyidikan Masih Berjalan
Polisi terus memeriksa SMA untuk mendalami motif dan kronologi pembunuhan.
Penyidik juga menelusuri penggunaan identitas orang lain selama pelarian. Tim perlu memastikan apakah pelaku hanya memakai KTP pamannya atau menggunakan identitas lain.
Selain itu, polisi akan memeriksa barang bukti yang berkaitan dengan kejadian. Pemeriksaan tersebut dapat membantu menguatkan perkara.
Polda Metro Jaya belum menyampaikan seluruh hasil penyidikan. Karena itu, masyarakat perlu mengikuti perkembangan dari pihak kepolisian.
Kasus pembunuhan wanita di Hotel Mustika kini memasuki tahap pendalaman. Polisi sudah menangkap terduga pelaku dan mulai mengurai cara SMA menjalankan aksinya.
Dengan pemeriksaan lanjutan, Jatanras berharap dapat mengungkap seluruh rangkaian kejadian. Polisi juga perlu memastikan keluarga korban memperoleh kepastian hukum atas perkara tersebut.




