Listrik dan SPBU Aceh Tamiang Sudah Normal, Tito Pastikan Aktivitas Warga Lancar

malangtoday.id – Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menegaskan bahwa listrik di Aceh Tamiang sudah menyala normal. Ia memantau langsung proses pemulihan pasca-banjir untuk memastikan warga mendapatkan energi yang stabil. PLN bekerja tanpa henti untuk menyambungkan kembali jaringan listrik yang sebelumnya terputus. Kini, seluruh gardu utama sudah beroperasi dan listrik mengalir ke rumah warga dan fasilitas publik. Aktivitas masyarakat pun kembali normal.
Petugas PLN memasang trafo baru, memperbaiki jaringan distribusi, dan memastikan meter listrik berfungsi di semua rumah. Warga dapat memasak, belajar, dan menjalankan usaha kecil tanpa kendala. Kecepatan pemulihan ini juga mendorong ekonomi lokal lebih cepat pulih. Dengan listrik stabil, warga merasa lebih aman dan nyaman dalam beraktivitas.
SPBU Sudah Pulih
Selain listrik, pasokan BBM di Aceh Tamiang juga mulai lancar. SPBU yang sempat tutup kini sudah beroperasi kembali. Pertamina menurunkan tenaga dan peralatan untuk memperbaiki fasilitas yang terdampak banjir. Warga kini bisa mengisi BBM tanpa antre panjang.
Sebelumnya, beberapa SPBU berhenti karena terendam lumpur dan pompa rusak. Pemerintah menyediakan layanan darurat, termasuk tangki BBM dan pompa manual. Sekarang, lebih banyak SPBU melayani warga secara normal. Ketersediaan BBM membantu transportasi dan usaha kecil kembali berjalan.
Selain itu, pemulihan SPBU mendukung distribusi barang kebutuhan pokok. Mobilitas warga kembali lancar dan usaha lokal mulai menggeliat. Layanan BBM yang stabil menandai langkah besar menuju normalisasi perekonomian daerah.
Koordinasi Pemerintah di Lapangan
Tito menekankan pentingnya koordinasi antara pemerintah pusat, PLN, Pertamina, dan pemerintah daerah. Mereka bekerja sama memastikan energi dan BBM tersedia. Tito meninjau langsung lokasi-lokasi terdampak untuk melihat progres pemulihan.
Dalam beberapa pekan terakhir, pemerintah menurunkan bantuan mesin genset, personel teknis, dan alat berat. Semua langkah ini mempercepat normalisasi listrik dan SPBU. Kehadiran bantuan di lapangan memberi harapan bagi warga Aceh Tamiang agar hidup kembali normal.
Selain itu, koordinasi ini mempermudah perencanaan antisipasi gangguan energi di masa depan. Semua pihak memastikan setiap fasilitas publik, mulai sekolah hingga rumah sakit, mendapat layanan energi yang stabil.
Dampak Positif Pemulihan
Dengan listrik dan SPBU normal, aktivitas masyarakat berjalan lancar. Anak-anak belajar dengan pencahayaan stabil. Usaha kecil kembali beroperasi. Klinik, sekolah, dan pasar juga sudah berfungsi normal.
Distribusi BBM yang lancar mempermudah transportasi dan pengiriman barang. Sebelumnya, keterbatasan BBM menghambat pergerakan warga dan logistik. Kini, roda perekonomian mulai bergerak kembali. Masyarakat merasa terbantu karena kebutuhan energi dan transportasi tersedia dengan baik.
Pemulihan ini tidak hanya membantu aktivitas sehari-hari, tapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Warga dapat fokus membangun kembali rumah dan usaha mereka tanpa terganggu masalah energi.
Tantangan dan Langkah Berikutnya
Meski banyak SPBU dan gardu listrik sudah pulih, beberapa titik masih memerlukan perbaikan tambahan. Beberapa jalan sulit dijangkau, sehingga distribusi energi harus tetap dipantau. Pemerintah dan PLN terus mengawasi kondisi lapangan.
Langkah ke depan fokus pada penguatan jaringan listrik dan SPBU agar lebih tangguh terhadap bencana. Peningkatan kapasitas dan perbaikan infrastruktur menjadi prioritas. Warga juga diajak aktif menjaga fasilitas umum dan mendukung pemulihan jangka panjang.




