Tiang Monorel Jakarta Dibongkar, Pramono Anung Tutup Proyek Mangkrak Puluhan Tahun

malangtoday.id – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akhirnya memulai pembongkaran tiang monorel yang lama mangkrak di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memimpin langsung kegiatan ini pada pagi hari. Ia hadir bersama mantan Gubernur Jakarta Sutiyoso atau Bang Yos. Kehadiran dua tokoh ini menandai momen penting bagi Jakarta. Selama puluhan tahun, tiang monorel berdiri tanpa fungsi. Kini, pemerintah mengambil langkah tegas untuk mengakhiri persoalan lama tersebut.
Selain itu, pembongkaran ini mencakup puluhan tiang beton yang membentang di salah satu koridor bisnis tersibuk Jakarta. Tiang-tiang itu selama ini mengganggu estetika kota. Warga juga sering mengeluhkan dampaknya terhadap lalu lintas. Karena itu, Pemprov DKI memilih bergerak cepat. Pemerintah ingin mengembalikan fungsi ruang jalan agar lebih tertata dan nyaman.
Pramono Anung Tegaskan Komitmen Penataan Kota
Dalam kesempatan tersebut, Pramono Anung menyampaikan komitmen kuat untuk menata Jakarta secara menyeluruh. Ia menegaskan bahwa pembongkaran monorel bukan sekadar menghilangkan tiang beton. Pemerintah juga menyiapkan rencana penataan kawasan setelah pembongkaran selesai. Dengan langkah ini, Jakarta tidak lagi menyimpan simbol proyek gagal.
Selanjutnya, Pramono menjelaskan bahwa pemerintah telah menyiapkan anggaran besar. Dana itu tidak hanya dipakai untuk pembongkaran. Pemerintah juga mengalokasikan anggaran untuk memperbaiki trotoar, menata jalur hijau, dan mempercantik kawasan Rasuna Said. Melalui pendekatan ini, Pemprov DKI ingin memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Bang Yos Saksikan Akhir Proyek Lama
Sementara itu, Bang Yos menyaksikan langsung pembongkaran dengan perasaan lega. Ia pernah menggagas proyek monorel Jakarta pada awal 2000-an. Saat itu, monorel diharapkan menjadi solusi transportasi massal. Namun, proyek tersebut gagal berjalan sesuai rencana. Masalah pendanaan dan pengelolaan menghentikan pembangunan sebelum beroperasi.
Kini, Bang Yos mengapresiasi langkah pemerintah saat ini. Ia menilai pembongkaran ini sebagai keputusan realistis. Menurutnya, Jakarta perlu berani menutup lembaran lama agar bisa melangkah ke depan. Kehadiran Bang Yos juga memberi makna simbolis. Proyek yang ia gagas akhirnya mendapatkan penyelesaian yang jelas.
Lalu Lintas Tetap Terkendali Selama Pembongkaran
Di sisi lain, Pemprov DKI juga mengatur lalu lintas dengan ketat selama proses pembongkaran. Dinas Perhubungan menempatkan petugas di sejumlah titik. Mereka mengatur arus kendaraan agar tetap lancar. Pemerintah hanya menutup jalur tertentu secara sementara. Pengendara masih bisa melintas melalui jalur lain.
Langkah ini menunjukkan kesiapan pemerintah dalam mengelola dampak lapangan. Pekerjaan alat berat berjalan terjadwal. Petugas memastikan keselamatan pekerja dan pengguna jalan. Dengan pengaturan yang baik, pembongkaran tidak menimbulkan kemacetan panjang.
Sejarah Panjang Monorel Jakarta
Sebagai informasi, proyek monorel Jakarta dimulai sejak 2004. Pemerintah saat itu merencanakan jalur monorel di beberapa titik strategis. Namun, proyek tersebut berhenti di tengah jalan. Sejak saat itu, tiang beton berdiri tanpa fungsi selama lebih dari dua dekade.
Selama bertahun-tahun, berbagai pihak membahas solusi atas keberadaan tiang monorel. Namun, pembongkaran selalu tertunda. Baru pada 2026, Pemprov DKI mengambil keputusan final. Keputusan ini sekaligus menjawab harapan warga yang ingin melihat perubahan nyata di kota mereka.
Rencana Setelah Pembongkaran
Setelah seluruh tiang monorel dibongkar, Pemprov DKI akan melanjutkan penataan kawasan. Pemerintah merancang ruang yang lebih ramah pejalan kaki. Trotoar akan diperlebar. Jalur hijau akan ditambah. Pemerintah juga mempertimbangkan ruang publik yang lebih terbuka.
Dengan penataan ini, kawasan Rasuna Said akan tampil lebih modern. Pemerintah berharap kawasan tersebut bisa mendukung mobilitas dan aktivitas warga. Penataan ini juga sejalan dengan visi Jakarta sebagai kota global yang tertata rapi dan manusiawi.
Jakarta Tutup Bab Lama, Buka Arah Baru
Pembongkaran tiang monorel menandai berakhirnya proyek mangkrak yang lama membebani Jakarta. Pemerintah kini memilih langkah nyata dibanding wacana. Dengan dukungan berbagai pihak, Jakarta mulai menutup bab lama pembangunan yang gagal.




