Mensos dan Mendes Sosialisasikan DTSEN di Karawang untuk Pastikan Bansos Tepat Sasaran

malangtoday.id – Saifullah Yusuf bersama Yandri Susanto menggelar sosialisasi Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) di Aula Husni Hamid, Kompleks Pemda Karawang, Jawa Barat. Kegiatan ini menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat basis data sebagai fondasi penyaluran bantuan sosial.
Keduanya mengumpulkan bupati, kepala desa, pendamping desa, operator data, pilar sosial, anggota DPRD, hingga relawan sosial. Mereka mendorong seluruh unsur daerah agar berperan aktif memperbarui dan memverifikasi data secara berkala.
Langkah ini bertujuan memastikan bantuan sosial benar-benar diterima masyarakat yang berhak. Pemerintah ingin menghilangkan praktik salah sasaran yang selama ini menimbulkan ketidakadilan.
DTSEN Jadi Rujukan Nasional Sesuai Inpres Nomor 4 Tahun 2025
Pemerintah menjadikan DTSEN sebagai satu-satunya rujukan dalam penyaluran bansos dan berbagai program afirmasi. Kebijakan ini mengacu pada Pemerintah Indonesia melalui Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2025.
Saifullah Yusuf menekankan bahwa seluruh kementerian dan pemerintah daerah wajib berpedoman pada DTSEN. Ia mengajak semua pihak memperbarui data secara konsisten agar kebijakan berjalan efektif.
Menurutnya, data sosial bersifat dinamis karena kondisi masyarakat terus berubah. Oleh sebab itu, pemerintah mengembangkan sistem berbasis teknologi agar pembaruan berlangsung cepat, sistematis, dan akurat.
Peran Strategis Desa dalam Pemutakhiran Data
Yandri Susanto menegaskan bahwa desa memegang peran kunci dalam menjaga kualitas DTSEN. Proses pendataan dimulai dari RT dan RW, lalu dipantau pendamping desa serta pendamping Program Keluarga Harapan.
Operator desa memasukkan data ke sistem, kemudian pemerintah desa membahasnya melalui musyawarah terbuka. Mekanisme ini dirancang untuk mencegah manipulasi dan memastikan transparansi.
Yandri mengingatkan bahwa dari lebih 75 ribu desa di Indonesia, perubahan data terjadi setiap hari. Kelahiran, kematian, perpindahan domisili, dan perubahan ekonomi menuntut pembaruan yang berkelanjutan.
Kolaborasi Lintas Kementerian Demi Data yang Solid
Mensos mengapresiasi dukungan Kementerian Desa yang menghadirkan serta membiayai operator data desa. Kolaborasi ini mempercepat konsolidasi data sejak tingkat akar rumput.
Saifullah Yusuf mengakui sistem masih menghadapi sejumlah kendala teknis. Namun ia menegaskan tingkat kesalahan terus menurun seiring perbaikan sistem dan peningkatan partisipasi masyarakat.
Sinergi antara Kementerian Sosial dan Kementerian Desa diharapkan menjadi model nasional. Pemerintah ingin menciptakan sistem data terpadu yang mampu menjawab kebutuhan kebijakan sosial secara presisi.
Komitmen Pemerintah Wujudkan Bansos Transparan dan Berkeadilan
Pemerintah menempatkan akurasi data sebagai fondasi keadilan sosial. Dengan data yang valid, bansos dapat menjangkau kelompok rentan tanpa intervensi kepentingan tertentu.
Dalam kegiatan tersebut, sejumlah pejabat daerah turut hadir, termasuk Bupati Karawang Aep Syaepuloh dan anggota DPR RI seperti Rieke Diah Pitaloka. Kehadiran mereka memperkuat komitmen bersama dalam pengawasan dan pengawalan data.
Saifullah Yusuf dan Yandri Susanto menegaskan bahwa kunci keberhasilan terletak pada integritas di tingkat desa. Jika data akurat, maka setiap program bantuan akan memberi dampak nyata bagi masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
Sosialisasi DTSEN di Karawang menunjukkan keseriusan pemerintah dalam memastikan bansos tepat sasaran. Melalui kolaborasi lintas kementerian, dukungan desa, dan sistem data yang semakin solid, pemerintah berupaya menghadirkan distribusi bantuan yang adil, transparan, dan berkelanjutan di seluruh Indonesia.



