
malangtoday.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) pertama tahun 2026. Kali ini, KPK menargetkan pejabat pajak di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Madya Jakarta Utara. Tim KPK bergerak cepat pada Sabtu dan Minggu awal Januari untuk mengamankan bukti dugaan suap pajak.
KPK mengamankan beberapa pegawai pajak dan pihak swasta. Tim KPK langsung membawa mereka untuk menjalani pemeriksaan intensif. Langkah ini memastikan kasus cepat terungkap dan tidak berlarut-larut. OTT ini terkait dugaan suap dalam pengaturan nilai pajak sejak 2021 hingga 2026.
Lima Tersangka Langsung Ditahan
Setelah penyelidikan awal, KPK menetapkan lima tersangka. Mereka terdiri dari pejabat KPP Madya Jakarta Utara dan beberapa pihak swasta. Para tersangka langsung mengenakan rompi tahanan khas KPK saat digiring ke Rutan Gedung Merah Putih.
KPK menahan mereka selama 20 hari pertama. Langkah cepat ini menegaskan sikap tegas KPK terhadap praktik korupsi pajak. Publik dapat melihat bahwa KPK bekerja tanpa kompromi.
Barang Bukti Miliaran Rupiah Disita
KPK menyita barang bukti senilai lebih dari Rp6 miliar. Bukti berupa uang tunai, valuta asing, dan logam mulia seberat 1,3 kilogram. Temuan ini semakin memperkuat dugaan suap yang melibatkan pejabat pajak.
Selain itu, penyidik menelusuri aliran dana antara wajib pajak dan tim pemeriksa. Penelusuran ini akan membuka pola praktik suap yang selama ini tersembunyi. Proses pemeriksaan masih berlanjut untuk memastikan semua bukti terekam dengan baik.
Pemeriksaan Intensif Terus Berjalan
Penyidik KPK memeriksa tersangka dan saksi secara mendetail. Setiap keterangan dicatat untuk mengungkap seluruh peran tersangka. Dalam 1×24 jam sejak OTT, KPK menentukan status hukum para pihak.
Jika bukti semakin kuat, KPK dapat menaikkan kasus ke tahap penuntutan. Proses ini berjalan cepat dan transparan. Semua pihak mendapatkan perlakuan hukum sesuai prosedur.
Pendampingan Hukum dari Kemenkeu
Pemerintah memberikan pendampingan hukum bagi pegawai pajak yang terkena OTT. Namun, pendampingan ini tidak menghalangi proses hukum di KPK. Pemerintah menekankan hak pegawai untuk mendapat perlakuan adil selama pemeriksaan.
Langkah ini menegaskan bahwa pemerintah menghormati kerja penegak hukum. Pendampingan hanya menjaga kepastian hukum bagi pegawai, tanpa intervensi pada penyidikan KPK.
Dampak OTT untuk Penegakan Hukum
OTT KPK terhadap pejabat pajak Jakarta Utara menunjukkan komitmen pemberantasan korupsi tetap kuat. Penahanan dan penetapan tersangka memberi pesan jelas: KPK tidak ragu menindak korupsi di institusi publik.
Kasus ini memberi efek jera bagi pejabat lain. Publik terus diajak mengawasi proses hukum hingga tuntas. Dengan OTT ini, KPK memperlihatkan kerja nyata dalam menegakkan hukum dan transparansi negara.



