
malangtoday.id – Perancis berhasil menurunkan emisi gas rumah kaca sebesar 1,6 persen pada 2025 dibanding tahun sebelumnya. Angka ini berasal dari laporan lembaga pemantau nasional yang menghitung seluruh gas rumah kaca, termasuk CO₂ ekuivalen. Namun, penurunan ini jauh di bawah target tahunan 4 persen yang dibutuhkan untuk mencapai target iklim 2030. Pemerintah kini menghadapi tekanan untuk mempercepat langkah pengurangan emisi.
Meski terjadi perlambatan, beberapa sektor seperti industri dan transportasi menunjukkan tren perbaikan. Sebaliknya, energi dan pengolahan limbah masih stagnan. Untuk itu, pemerintah meluncurkan kebijakan baru agar penurunan emisi berjalan lebih cepat. Dengan kata lain, meski ada kemajuan kecil, Perancis harus bertindak lebih tegas agar tidak tertinggal.
Cuaca Ekstrem Semakin Mengancam
Di sisi lain, cuaca ekstrem di Eropa semakin intens. Tahun 2025 tercatat sebagai salah satu tahun terpanas, dengan gelombang panas melanda wilayah Barat dan Selatan Eropa. Suhu tinggi memicu kebakaran hutan, kekeringan panjang, dan gangguan pasokan listrik. Fenomena ini memengaruhi kehidupan warga, sektor pertanian, dan jaringan infrastruktur energi.
Selain gelombang panas, Eropa juga mengalami banjir hebat dan pola musim yang berubah. Salju turun tiba-tiba di beberapa pegunungan, sementara musim panas menjadi lebih panjang dan kering. Kondisi ini menunjukkan dampak nyata perubahan iklim yang memerlukan perhatian segera.
Target Iklim Perancis dan Strategi Pemerintah
Pemerintah Perancis menetapkan target netral karbon pada 2050 dan menyiapkan strategi iklim nasional. Strategi ini mencakup transisi ke energi bersih, efisiensi energi, dan pengurangan penggunaan bahan bakar fosil. Namun, pelaksanaan strategi ini berjalan lambat karena beberapa hambatan, seperti anggaran terbatas dan kebijakan energi yang belum konsisten.
Untuk mengatasi hal ini, pemerintah menekankan kolaborasi dengan sektor swasta dan masyarakat. Mereka memperluas insentif penggunaan energi terbarukan, transportasi publik, dan kendaraan listrik. Selain itu, renovasi bangunan untuk efisiensi energi menjadi prioritas utama. Dengan kombinasi langkah ini, Perancis berharap bisa mengejar target iklim yang tertunda.
Tantangan Energi dan Perubahan Sektor Transportasi
Sektor energi menyumbang emisi terbesar di Perancis. Meskipun sebagian besar listrik berasal dari tenaga nuklir yang rendah emisi, ketergantungan pada bahan bakar fosil di transportasi dan industri tetap tinggi. Untuk itu, pemerintah memperkuat pembangunan energi terbarukan seperti angin dan surya, disertai dukungan investasi dari swasta.
Transportasi menjadi fokus lain. Pemerintah mendorong warga beralih ke kendaraan listrik dan memperluas jaringan transportasi publik. Langkah ini bertujuan mengurangi emisi dari kendaraan pribadi dan industri logistik. Sementara itu, bangunan juga direnovasi agar hemat energi, sehingga emisi sektor residensial turun signifikan.
Dampak Langsung pada Kehidupan Warga
Perubahan iklim memengaruhi kesehatan, ekonomi, dan kesejahteraan warga. Gelombang panas meningkatkan risiko heatstroke dan gangguan kesehatan di kota besar. Pertanian juga terdampak karena kekeringan dan suhu ekstrem merusak tanaman dan panen.
Selain itu, ekonomi merasakan dampak kerugian akibat kebakaran hutan, banjir, dan gangguan energi. Masyarakat menuntut pemerintah mempercepat kebijakan iklim dan berinvestasi pada adaptasi bencana. Tindakan cepat menjadi penting agar dampak perubahan iklim tidak semakin besar.
Langkah Kolektif untuk Masa Depan
Perancis dan negara lain di Eropa harus bekerja sama untuk menekan emisi gas rumah kaca dan menghadapi cuaca ekstrem. Pemerintah, bisnis, dan masyarakat perlu bersinergi. Investasi teknologi bersih, perbaikan regulasi lingkungan, dan pendidikan publik menjadi kunci keberhasilan.
Dengan langkah kolektif, Perancis bisa mengejar target iklim 2030 dan melindungi generasi mendatang. Perubahan iklim bukan masalah masa depan saja, tetapi ancaman nyata yang dirasakan saat ini. Oleh karena itu, pemerintah bertindak aktif agar masyarakat dan sektor industri siap menghadapi tantangan cuaca ekstrem yang semakin sering terjadi.



