
malangtoday.id – Banjir besar kembali menerjang sejumlah wilayah di Kalimantan Selatan pada akhir pekan lalu. Hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah ini sejak beberapa hari sebelumnya dan memicu luapan sungai di berbagai daerah. Akibatnya, air menggenangi permukiman warga, fasilitas umum, serta akses transportasi utama.
Seiring meningkatnya curah hujan, debit air sungai naik secara signifikan. Kondisi ini membuat banyak wilayah tidak mampu menahan aliran air. Warga di daerah dataran rendah merasakan dampak paling parah. Mereka harus berjuang melindungi keluarga dan harta benda dari genangan yang terus meninggi.
Wilayah Terdampak Meluas dalam Waktu Singkat
Banjir akhir pekan lalu tidak hanya terjadi di satu titik. Air merendam sejumlah kabupaten dan kota, termasuk Kabupaten Banjar, Barito Kuala, Tanah Laut, Kota Banjarbaru, dan Kota Banjarmasin. Di beberapa lokasi, genangan mencapai puluhan sentimeter dan mengganggu aktivitas warga.
Selain permukiman, banjir juga merendam jalan utama dan kawasan ekonomi. Aktivitas perdagangan melambat, sementara akses distribusi logistik tersendat. Kondisi ini menambah beban masyarakat yang sudah terdampak secara langsung.
Puluhan Ribu Warga Menghadapi Dampak Serius
Banjir besar ini berdampak langsung pada puluhan ribu warga. Ribuan keluarga harus bertahan di rumah yang tergenang air. Sebagian warga memilih mengungsi ke tempat yang lebih aman karena kondisi rumah tidak lagi memungkinkan untuk ditinggali.
Genangan air juga merusak perabot rumah tangga dan peralatan kerja. Banyak warga kehilangan sumber penghasilan sementara. Situasi ini memicu kebutuhan mendesak akan bantuan pangan, air bersih, dan layanan kesehatan.
Curah Hujan Tinggi Jadi Pemicu Utama
Curah hujan tinggi menjadi faktor utama terjadinya banjir besar di Kalimantan Selatan. Hujan turun merata dengan durasi panjang dan intensitas kuat. Kondisi tersebut membuat sungai-sungai utama tidak mampu menampung debit air tambahan.
Selain itu, karakter wilayah yang memiliki banyak daerah aliran sungai mempercepat penyebaran genangan. Air dengan cepat meluas ke kawasan permukiman, terutama di wilayah bantaran sungai dan dataran rendah.
Respons Pemerintah dan Tim Penanganan Bencana
Menghadapi situasi ini, pemerintah daerah langsung bergerak. Tim penanggulangan bencana turun ke lapangan untuk memantau kondisi dan membantu warga terdampak. Aparat menyalurkan bantuan logistik berupa makanan siap saji, air bersih, serta perlengkapan darurat.
Pemerintah daerah juga mengaktifkan posko bencana di sejumlah titik. Posko ini berfungsi sebagai pusat koordinasi, distribusi bantuan, dan layanan informasi bagi masyarakat. Langkah ini bertujuan memastikan bantuan tepat sasaran dan menjangkau warga yang membutuhkan.
Infrastruktur dan Aktivitas Warga Terganggu
Banjir besar ini turut mengganggu infrastruktur. Beberapa ruas jalan tergenang air dan menyulitkan mobilitas kendaraan. Aktivitas sekolah dan perkantoran ikut terdampak karena kondisi lingkungan tidak memungkinkan.
Selain itu, sistem drainase yang tidak mampu menampung aliran air memperparah situasi. Genangan bertahan lebih lama di beberapa wilayah dan memperlambat proses pemulihan.
Upaya Jangka Pendek dan Jangka Panjang
Selain penanganan darurat, pemerintah daerah mulai menyiapkan langkah lanjutan. Dalam jangka pendek, fokus utama tertuju pada keselamatan warga dan pemenuhan kebutuhan dasar. Pemerintah terus memantau cuaca dan kondisi sungai untuk mencegah dampak lanjutan.
Sementara itu, dalam jangka panjang, pemerintah mendorong solusi berkelanjutan. Perbaikan tata kelola sungai, penguatan sistem drainase, serta pengendalian alih fungsi lahan menjadi agenda penting. Upaya ini bertujuan mengurangi risiko banjir berulang di masa mendatang.
Banjir Berulang Jadi Peringatan Serius
Banjir besar yang terjadi akhir pekan lalu kembali mengingatkan semua pihak tentang kerentanan Kalimantan Selatan terhadap bencana hidrometeorologi. Perubahan iklim, curah hujan ekstrem, dan tekanan terhadap lingkungan memperbesar risiko bencana.
Oleh karena itu, kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pemangku kepentingan lain menjadi kunci. Kesadaran lingkungan, kesiapsiagaan bencana, dan perencanaan wilayah yang matang dapat membantu meminimalkan dampak banjir di masa depan.
Harapan Pemulihan dan Kesiapsiagaan
Meski menghadapi situasi sulit, masyarakat Kalimantan Selatan tetap menunjukkan ketangguhan. Solidaritas antarwarga terlihat melalui aksi saling membantu di tengah genangan. Semangat ini menjadi modal penting dalam proses pemulihan.
Ke depan, kesiapsiagaan dan mitigasi bencana perlu terus diperkuat. Dengan langkah yang tepat dan berkelanjutan, Kalimantan Selatan dapat menghadapi tantangan alam dengan lebih siap dan tangguh.



