BNPB Percepat Pembangunan 4.280 Huntara untuk Korban Banjir dan Longsor Sumatera

malangtoday.id – BNPB memacu pembangunan hunian sementara untuk warga terdampak banjir dan tanah longsor di Sumatera. Hingga kini, 4.280 unit huntara sedang dibangun di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Pemerintah fokus memastikan setiap unit layak huni dan bisa menampung warga yang kehilangan rumah.
Untuk mempercepat pembangunan, BNPB melibatkan TNI, instansi terkait, dan relawan. Mereka bekerja sama agar setiap unit huntara rampung tepat waktu. Langkah ini sekaligus mengurangi warga yang masih tinggal di pengungsian darurat.
Selain itu, pemerintah terus menambah jumlah huntara sesuai kebutuhan lapangan. Koordinasi dengan pemerintah daerah memastikan lokasi huntara dekat fasilitas umum. Hal ini memudahkan warga mengakses sekolah, pasar, dan pusat kesehatan.
Penyerahan Huntara ke Warga
Pemerintah sudah mulai menyerahkan huntara kepada warga yang paling membutuhkan. Di Aceh, 200 unit huntara telah diserahkan di lokasi prioritas. Warga menyambut baik karena huntara lebih nyaman dibanding tenda pengungsian.
Selain itu, pemerintah menjamin proses serah terima berjalan lancar. Koordinasi dengan pemerintah daerah memastikan bantuan tepat sasaran. Penyerahan huntara juga memperkuat rasa aman warga di tengah pemulihan pascabencana.
Selain tempat tinggal, pemerintah memperhatikan akses sosial warga. Setiap huntara dibangun dengan mempertimbangkan konektivitas ke fasilitas umum agar kehidupan sehari-hari tetap lancar.
Huntap dan Infrastruktur Mendukung Pemulihan
Selain huntara, pemerintah membangun hunian tetap (huntap) untuk warga yang membutuhkan rumah permanen. Di Sumatera Utara, ratusan huntap mulai dibangun agar korban bencana bisa pindah dari huntara ke rumah lebih aman.
Pembangunan infrastruktur pendukung, seperti jembatan dan jalan, juga berjalan bersamaan. Infrastruktur ini mempercepat distribusi bantuan dan memudahkan warga beraktivitas. Dengan koordinasi yang baik, pembangunan huntap dan infrastruktur berjalan seimbang dan efektif.
Transisi dari huntara ke huntap menjadi kunci agar masyarakat bisa kembali beraktivitas normal. Langkah ini juga membantu menghidupkan kembali perekonomian lokal di daerah terdampak.
Progres Pembangunan dan Pengawasan
Sejauh ini, progres pembangunan huntara menunjukkan hasil positif. Di Padang Pariaman, Sumatera Barat, sebagian unit sudah rampung lebih dari 50 persen. Beberapa unit bahkan sudah selesai 100 persen dan siap dihuni warga.
Pemerintah terus mengawasi kualitas setiap unit huntara. Tim teknis lapangan memeriksa struktur bangunan, instalasi air bersih, dan fasilitas dasar lainnya. Langkah ini memastikan huntara aman dan nyaman digunakan warga.
Selain itu, pemerintah menyesuaikan pembangunan dengan kondisi lapangan. Dengan begitu, warga bisa segera pindah dari pengungsian ke huntara yang layak.
Penyaluran Dana Tunggu Hunian
Selain membangun huntara, pemerintah menyalurkan Dana Tunggu Hunian (DTH) kepada keluarga terdampak. Dana ini membantu warga memenuhi kebutuhan sehari-hari sementara menunggu rumah tetap tersedia.
Hingga kini, ribuan keluarga sudah menerima dana ini. Proses pencairan berlangsung cepat dan tepat sasaran. Dengan dukungan dana ini, warga bisa merencanakan hidup secara bertahap dan lebih stabil.
Dana tunggu hunian sekaligus mendukung pemulihan sosial ekonomi. Warga bisa fokus membangun rumah permanen dan kehidupan baru tanpa tekanan finansial berlebih.
Tantangan dan Komitmen Pemerintah
Pemerintah menghadapi tantangan lahan untuk pembangunan huntara di beberapa daerah. Namun, koordinasi dengan pemerintah daerah memastikan lahan siap pakai dan aman untuk warga. Pemerintah juga mencegah warga kembali ke area rawan bencana demi keselamatan jangka panjang.
Komitmen pemerintah terlihat dari percepatan pembangunan huntara dan huntap, penyaluran dana, serta pembangunan infrastruktur. Semua upaya ini bertujuan agar korban bencana segera mendapatkan tempat tinggal layak dan bisa membangun kehidupan baru.




