
malangtoday.id – Banjir dan longsor melanda Sumatera pada Desember 2025. Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat menjadi wilayah terdampak parah. Tim SAR melaporkan 1.059 orang meninggal dan 192 masih hilang. Ratusan ribu warga terdampak dan harus mengungsi ke tempat aman.
Kerusakan rumah sangat luas. 147.236 rumah rusak, mulai dari ringan hingga berat. Air deras dan tanah longsor menghancurkan permukiman dan fasilitas publik. Banyak keluarga kehilangan tempat tinggal dan harta benda.
Kondisi Tiap Provinsi
Di Aceh, tercatat 451 orang meninggal dan 31 hilang. Banyak warga tersapu arus deras saat evakuasi. Sumatera Utara melaporkan 364 korban tewas dan 75 hilang. Jalan terputus dan jembatan rusak membuat tim kesulitan menjangkau korban.
Sumatera Barat menghadapi 244 korban meninggal dan 86 hilang. Tim SAR harus menempuh jalur pegunungan dan lembah untuk menyelamatkan warga. Kerusakan rumah dan fasilitas umum membuat kehidupan sehari-hari warga terganggu.
Kerusakan Fasilitas Umum
Bencana merusak banyak fasilitas umum. 219 fasilitas kesehatan tidak dapat berfungsi. 967 sekolah dan 434 rumah ibadah juga rusak. Lebih dari 145 jembatan putus sehingga distribusi bantuan tersendat. Tim penyelamat menempuh jalur sulit untuk menjangkau desa terpencil.
Warga membutuhkan logistik, air bersih, obat-obatan, dan layanan kesehatan darurat. Anak-anak dan lansia menjadi kelompok paling rentan. Posko darurat dibangun untuk membantu pengungsi.
Korban Luka dan Pengungsi
Bencana ini juga menyebabkan ribuan warga luka-luka. Sekitar 7.000 orang mengalami cedera dari ringan hingga kritis. Banyak warga tinggal di pengungsian darurat seperti sekolah, gedung olahraga, atau tenda. Bantuan makanan, selimut, dan layanan medis menjadi prioritas utama.
Jumlah pengungsi ratusan ribu. Tim relawan dan pemerintah terus memberikan dukungan. Banyak keluarga membutuhkan bantuan psikososial untuk anak-anak dan lansia agar trauma dapat teratasi.
Upaya Evakuasi dan Pemulihan
Tim SAR dan BNPB bekerja keras membuka akses ke wilayah terisolasi. Pemerintah menggunakan TNI dan Polri untuk membantu distribusi bantuan. Bantuan logistik meliputi makanan, air bersih, obat-obatan, dan selimut.
Pemerintah juga membangun hunian sementara di beberapa lokasi. Posko bantuan dibangun untuk mempermudah koordinasi. Analisis dampak lingkungan dan kerusakan lahan dilakukan untuk mencegah bencana susulan.
Provinsi dan instansi terkait memperkuat jalur evakuasi. Seiring upaya ini, tim medis juga menyiapkan layanan kesehatan darurat di lokasi terdampak. Semua pihak diminta bersinergi membantu warga yang kehilangan rumah dan harta benda, sehingga pemulihan dapat berjalan lebih cepat dan warga mendapatkan perlindungan yang mereka butuhkan.




